SUMENEP, nusainsider.com — Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kebudayaan. Pada tahun 2025, Sumenep menerima lima penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Lima WBTB yang berhasil ditetapkan tersebut meliputi Kuliner Mentho, Jamasan Keris, Olahraga Tradisional Balbuddi, Tari Tengtere’, dan Tari Gambu. Penetapan ini diumumkan dalam kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2025 yang digelar di Jakarta.

Secara nasional, pada tahun 2025 Kementerian Kebudayaan menetapkan 514 karya budaya dari berbagai daerah di Indonesia sebagai WBTB.
Capaian tersebut semakin menegaskan kekayaan budaya Nusantara sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya lokal.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa penetapan lima WBTB ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, budayawan, seniman, serta masyarakat Sumenep.
“Ini adalah identitas dan kekayaan budaya masyarakat Sumenep. Penetapan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga amanah untuk terus menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi muda,” ujar Achmad Fauzi, Selasa (16/12/2025) lalu.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menjadikan WBTB sebagai bagian dari penguatan karakter daerah sekaligus pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
“Kami akan terus mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, mengatakan bahwa penetapan lima WBTB ini merupakan hasil proses panjang yang melibatkan pendataan, kajian akademik, serta dokumentasi budaya secara komprehensif.
“Penetapan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan inventarisasi dan pengusulan warisan budaya lainnya yang ada di Sumenep. Ke depan, kami juga akan memperkuat program edukasi, festival budaya, serta promosi agar WBTB ini semakin dikenal luas,” jelas Iksan.
Ia berharap, dengan pengakuan nasional tersebut, masyarakat semakin bangga dan aktif berperan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Sumenep agar tetap lestari dari generasi ke generasi.
![]()
Penulis : Wafa

















