SUMENEP, nusainsider.com — Sejak pagi hari, kawasan Taman Adipura di depan Dinas PUTR Sumenep berubah menjadi lautan manusia.
Ribuan warga memadati Pasar Minggu yang rutin digelar setiap akhir pekan, menciptakan suasana semarak penuh warna, aroma kuliner menggoda, serta canda tawa keluarga yang menular, Minggu (4/1/2026).
Pantauan media ini, sejak pukul 06.27 WIB pengunjung sudah membludak. Pasar Minggu kali ini tak sekadar menjadi tempat berbelanja, melainkan juga panggung strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk memamerkan dan memasarkan produk unggulan mereka.
Ibu Haniya, salah satu pedagang kue tradisional, tampak sibuk melayani pembeli yang antre membeli kue lapis, risoles, dan aneka jajanan khas Madura.
“Omzet kami bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Alhamdulillah, hari ini ramai sekali,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Tak kalah diminati, Pak Yanto menawarkan gantungan kunci ber-ikon khas Sumenep serta pernak-pernik bambu yang menjadi favorit anak-anak hingga remaja.
Sementara itu, Ibu Siti, penjual gorengan, mengaku dagangannya nyaris ludes sebelum tengah hari.
Pemandangan serupa juga terlihat di lapak pedagang pakaian dan tas yang terus dikerumuni pembeli.
Keramaian Pasar Minggu ini menjadi bukti nyata keberpihakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor UMKM.
Sejak awal kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Sumenep secara konsisten membuka ruang dan menyediakan wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang, mulai dari kawasan Tajamara, Bangkal, hingga sepanjang Jalan Diponegoro.
Para pedagang, baik kuliner, fashion, maupun kerajinan tangan, secara terbuka menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut.
Mereka menilai kehadiran Pasar Minggu memberi dampak nyata bagi peningkatan pendapatan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Menariknya, lokasi Taman Adipura dan Pasar Minggu yang berdekatan dengan Pendopo Agung Keraton Sumenep turut menambah daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga dapat menikmati keindahan arsitektur dan nilai sejarah ikon kebanggaan Kota Keris tersebut.
Dengan demikian, Pasar Minggu menjelma menjadi destinasi yang memadukan aktivitas ekonomi, wisata budaya, dan ruang interaksi sosial masyarakat.
“Alhamdulillah, kami diberi ruang untuk berjualan. Kami merasa dihargai dan benar-benar mendapat dukungan dari Pak Bupati,” ungkap Ibu Rini, pedagang tas, sambil tersenyum bahagia.
Di tengah kemeriahan tersebut, tampak jelas bagaimana budaya, ekonomi, dan kepedulian sosial bersinergi, membangun ekosistem kota yang hidup, kreatif, dan berdaya.
Senyum para pelaku UMKM menjadi simbol nyata hadirnya harapan dan kesempatan yang terus tumbuh di Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















