Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Pemerintah Pantau Hilal di 117 Titik

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat diwawancarai sejumlah awak media.

Foto. Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat diwawancarai sejumlah awak media.

JAKARTA, nusainsider.com — Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta.

Sidang isbat dilaksanakan bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Pemerintah akan menentukan awal bulan Syawal setelah menerima laporan pemantauan hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Menurutnya, rangkaian sidang akan diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Setelah itu, sidang dilanjutkan secara tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah sebelum diumumkan kepada masyarakat.

“Sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah sebelum diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Sidang tersebut juga akan dihadiri berbagai pihak, di antaranya perwakilan duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, serta Majelis Ulama Indonesia.

Baca Juga :  Puskesmas Batang-Batang Lakukan Pencegahan Penyakit DBD Melalui Upaya Preventif Ini

Selain itu, sejumlah lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga dijadwalkan turut hadir bersama para pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.

Secara astronomi, ijtimak menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Berdasarkan perhitungan hisab, ketinggian hilal di wilayah Indonesia saat rukyat diperkirakan berada di atas ufuk dengan kisaran antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik. Sementara itu, sudut elongasi hilal diperkirakan berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

Baca Juga :  Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan

Meski demikian, penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil pemantauan hilal di berbagai daerah.

“Penetapan awal Syawal 1447 Hijriah akan menunggu laporan rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelas Abu Rokhmad.

Untuk mendukung proses tersebut, Kementerian Agama akan melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan dilakukan oleh kantor wilayah dan kantor Kemenag daerah bekerja sama dengan pengadilan agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah instansi terkait.

Baca Juga :  Media Kanalnews akan Gelar JJS, Berikut Lokasi dan Jadwalnya

Beberapa lokasi pemantauan hilal di antaranya Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang di Aceh, Pantai Tanjung Tinggi di Belitung, Masjid Al-Hakim di Padang, Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo di Semarang, Pantai Anyer di Banten, hingga Tugu Nol Kilometer di Sabang.

Sementara di wilayah timur Indonesia, pengamatan dilakukan di sejumlah lokasi seperti Rusun ASN Tower D di Ibu Kota Nusantara, Gedung BMKG Kupang, Universitas Muhammadiyah Makassar, Pantai Lampu Satu di Merauke, serta Pantai Masni di Manokwari.

Hasil pengamatan dari seluruh titik tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada masyarakat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Usai Perawatan, KMP DBS III Optimalkan Layanan Rute Kalianget–Kangean
Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
Ajang Bergengsi! Festival Lagu Karya Bupati Sumenep Hadirkan Talenta Musik Se-Madura
Kunci Sukses Desa Wisata, Sumenep Fokus Benahi Kelembagaan Pokdarwis
Antisipasi Kerawanan May Day, Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli
Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital
Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang
Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:29 WIB

Usai Perawatan, KMP DBS III Optimalkan Layanan Rute Kalianget–Kangean

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:33 WIB

Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:49 WIB

Ajang Bergengsi! Festival Lagu Karya Bupati Sumenep Hadirkan Talenta Musik Se-Madura

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:24 WIB

Kunci Sukses Desa Wisata, Sumenep Fokus Benahi Kelembagaan Pokdarwis

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:45 WIB

Antisipasi Kerawanan May Day, Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli

Rabu, 29 April 2026 - 14:28 WIB

Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang

Selasa, 28 April 2026 - 14:39 WIB

Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura

Selasa, 28 April 2026 - 13:21 WIB

Aktivitas DLH Sumenep Ganggu Lalu Lintas, Pengendara Terjebak Tanpa Arahan

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As Pengamat Kebijakan Publik kota Keris

Ekonomi

Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:33 WIB