CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kolaborasi CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Usaha Warga Binaan Lapas Pamekasan-Madura Jawa Timur

Foto. Kolaborasi CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Usaha Warga Binaan Lapas Pamekasan-Madura Jawa Timur

PAMEKASAN, nusainsider.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan terus berinovasi dalam menciptakan program pembinaan yang produktif bagi warga binaan.

Terbaru, Lapas Pamekasan menjalin kerja sama strategis dengan CV Ayunda Permata Sejahtera melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengembangkan pelatihan di bidang pertanian hortikultura, Sabtu (18/7/2026).

Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus menyiapkan mereka agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui pelatihan berbasis hortikultura, warga binaan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri maupun bersaing di dunia kerja.

Program ini dipilih karena sektor hortikultura dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, mudah diterapkan, serta memiliki pasar yang terus berkembang. Selain itu, kegiatan pertanian juga dinilai mampu membentuk karakter positif melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Sebagai tahap awal, Lapas Kelas IIA Pamekasan bersama CV Ayunda Permata Sejahtera akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada di lingkungan lapas.

Kawasan tersebut akan difungsikan sebagai pusat pelatihan sekaligus lokasi pengembangan agrobisnis produktif yang dikelola bersama warga binaan.

Baca Juga :  Nyoman Sudirman ; Pancasila dan Tantangan Global

Pihak Lapas Pamekasan menjelaskan bahwa keterlibatan dunia usaha merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan.

Sinergi dengan sektor swasta diharapkan mampu menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan membuka peluang pemasaran hasil produksi warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan akan memperoleh pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari teknik pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, teknik panen, hingga manajemen pascapanen. Seluruh materi akan diberikan secara bertahap dengan pendampingan tenaga profesional.

Tak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, program tersebut juga diarahkan untuk membangun etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal warga binaan agar mampu beradaptasi dan kembali produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto, mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan tersebut.

Dukungan itu meliputi penyediaan tenaga instruktur, pendampingan teknis selama proses budidaya, hingga membantu membuka akses pemasaran hasil panen yang dihasilkan warga binaan.

Baca Juga :  Media Engagement 2026, SKK Migas Jabanusa Bangun Kolaborasi demi Ketahanan Energi

Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi hasil pertanian, tetapi juga bergantung pada kepastian pasar.

Karena itu, CV Ayunda Permata Sejahtera akan berupaya menjembatani pemasaran agar hasil panen memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Hasil produksi nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan melalui sistem premi atau tabungan, tetapi juga berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar H. Bambang.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada pengembangan hortikultura. Ke depan, pihaknya bersama Lapas Kelas IIA Pamekasan juga berencana membangun pabrik kecap di lingkungan lapas sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis agroindustri.

Rencana tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah terhadap hasil pertanian yang diproduksi warga binaan. Dengan adanya industri pengolahan, hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi yang memiliki daya saing di pasaran.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan, pengembangan agroindustri juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap PNBP melalui aktivitas produksi yang berlangsung di dalam lapas.

Baca Juga :  Mengawal 140 Titik P3TGAI: Belajar dari Kasus BSPS agar Korupsi Tak Berulang di Sumenep

Model pembinaan seperti ini sekaligus menjadi bentuk implementasi pembinaan yang produktif, berorientasi pada pemberdayaan, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Pamekasan dan CV Ayunda Permata Sejahtera juga diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia, pembinaan tidak lagi hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

H. Bambang berharap program hortikultura ini mampu mengubah stigma negatif terhadap mantan warga binaan.

Menurutnya, bekal keterampilan dan pengalaman kerja yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan akan menjadi modal penting bagi mereka untuk memulai kehidupan baru.

“Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan atau membangun usaha sendiri setelah menyelesaikan masa pidana. Harapan kami, mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegas H. Bambang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru