Kemenhub dan PT Pelni Diminta Tegas, Sanus 74 Dinilai Rugikan Penumpang

Senin, 30 Maret 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tol Laut Sabuk Nusantara 74

Foto. Tol Laut Sabuk Nusantara 74

SUMENEP, nusainsider.com Pelayaran Kapal Tol Laut Sabuk Nusantara 74 (Sanus 74) rute Kalianget–Kangean–Sapeken menuai sorotan tajam. Lambannya perjalanan kapal tersebut memicu desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh, bahkan hingga penghentian sementara operasional oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

Informasi yang dihimpun, keterlambatan pelayaran diduga disebabkan oleh banyaknya muatan barang yang diangkut kapal, sehingga laju perjalanan menjadi lambat dan tidak sesuai dengan jadwal atau deadline yang telah ditentukan.

Sejumlah pihak pun mendesak Kemenhub RI dan PT Pelni untuk segera mengambil langkah tegas. Selain evaluasi, keduanya juga diminta memberikan peringatan kepada awak kapal agar tidak memuat barang melebihi kapasitas yang dapat berdampak pada keselamatan dan ketepatan waktu pelayaran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga didorong untuk tidak tinggal diam. Mengingat rute pelayaran Sanus 74 berada di wilayahnya, langkah antisipatif dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat kepulauan.

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh Pimred nusainsider.com, Toifur Ali Wafa, yang juga menjadi salah satu penumpang kapal tersebut. Ia mengaku perjalanan yang ditempuh jauh dari estimasi normal.

“Kami sekeluarga berangkat dari Pelabuhan Kalianget pukul 16.00 WIB sore kemarin. Seharusnya estimasi perjalanan sekitar 13 sampai 14 jam sudah tiba di Sapeken,” ungkap Toifur, Senin (30/3/2026).

Namun kenyataannya, kapal baru tiba di Pelabuhan Kangean sekitar pukul 05.06 WIB, atau setelah kurang lebih 14 jam perjalanan. Setelah itu, kapal kembali mengalami keterlambatan akibat proses bongkar muatan di Kangean yang memakan waktu hingga 4 jam.

“Baru sekitar pukul 14.03 WIB kami tiba di Pelabuhan Sapeken. Artinya total perjalanan mencapai sekitar 22 jam. Ini jelas sangat merugikan penumpang,” tegasnya.

Menurut Toifur, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menambah beban biaya bagi masyarakat.

Baca Juga :  Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Ia menyebut banyak penumpang akhirnya harus melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat menuju sejumlah pulau tujuan, seperti Sepanjang, Tanjung Kiaok, dan desa lainnya.

“Biaya tambahan yang harus dikeluarkan penumpang berkisar antara Rp600 ribu hingga Rp800 ribu. Ini tentu memberatkan,” imbuhnya.

Ia pun mendesak Kemenhub agar tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga mempertimbangkan penghentian sementara operasional Sanus 74 jika permasalahan tidak segera diatasi.

“Kami minta Kemenhub benar-benar mendengarkan keluhan masyarakat kepulauan. Jangan sampai keterlambatan seperti ini terus terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Toifur juga berharap Pemkab Sumenep dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepulauan kepada pemerintah pusat. Ia mendorong adanya penambahan jadwal penerbangan rute Kalianget–Sapeken dengan harga tiket yang lebih terjangkau.

“Disparitas kepulauan tidak boleh hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Akses transportasi yang nyaman, cepat, dan terjangkau juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Menurutnya, peningkatan akses udara dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut yang kerap mengalami kendala.

Baca Juga :  Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnaen, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Informasi ini nanti akan kita sampaikan ke KSOP dan Kementerian Perhubungan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (30/3/2026).

Tanggapan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai merespons serius persoalan yang dihadapi masyarakat kepulauan.

Baca Juga :  Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Upaya koordinasi dengan pihak terkait diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret, baik dalam peningkatan layanan tol laut maupun alternatif transportasi lainnya.

Ke depan, masyarakat berharap tidak ada lagi kesenjangan pelayanan antara wilayah daratan dan kepulauan. Transportasi laut yang tepat waktu, aman, dan nyaman menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan.

Dengan adanya evaluasi menyeluruh dan langkah tegas dari Kemenhub serta dukungan Pemkab Sumenep, pelayaran Tol Laut diharapkan kembali berjalan sesuai standar pelayanan.

Selain itu, wacana penambahan jadwal penerbangan dan penyesuaian harga tiket diharapkan benar-benar direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat kepulauan

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik
HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan
Kolaborasi Ning Lia, GAS Pemuda dan Senyum Sehat Indonesia, 200 Warga Kutisari Terima Bantuan
Selamat Jalan Mbah Hosen, Ikon Kesetiaan di Tribun Madura United
Pimpin AAI 2026–2031, Prof. Tjandra: Tidak Ada Lagi Sekat di Antara Kita
Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional
KSOP Kelas IV Kalianget Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial di Momentum Harhubnas 2026
28 Pejabat Sumenep Dilantik, Wabup Imam Hasyim: Birokrasi Jangan Berbelit-belit!

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:32 WIB

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:32 WIB

Kolaborasi Ning Lia, GAS Pemuda dan Senyum Sehat Indonesia, 200 Warga Kutisari Terima Bantuan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:17 WIB

Selamat Jalan Mbah Hosen, Ikon Kesetiaan di Tribun Madura United

Sabtu, 19 September 2026 - 10:29 WIB

Pimpin AAI 2026–2031, Prof. Tjandra: Tidak Ada Lagi Sekat di Antara Kita

Jumat, 18 September 2026 - 23:10 WIB

KSOP Kelas IV Kalianget Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial di Momentum Harhubnas 2026

Jumat, 18 September 2026 - 12:26 WIB

28 Pejabat Sumenep Dilantik, Wabup Imam Hasyim: Birokrasi Jangan Berbelit-belit!

Jumat, 18 September 2026 - 10:46 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, Ning Lia Bawa Pesan Inklusivitas di Safe Workout BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru