Rebana Berusia 300 Tahun Direkam, Spirit Cinta Rasul Menggema

Kamis, 2 April 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rebana musik di studio

Foto. Rebana musik di studio

SUMENEP, nusainsider.com Upaya pelestarian warisan budaya Islam Nusantara terus dilakukan. Salah satunya melalui langkah Kelompok Kesenian Rebana Klasik Assalafiyah asal Larangan, Pamekasan, yang resmi melakukan rekaman profesional di OS Studio, Kabupaten Sumenep, Kamis 2 April 2026.

Rekaman tersebut bertujuan mendokumentasikan “Terbang Karatangan”, pakem rebana khas Pamekasan yang diwariskan secara turun-temurun dan sarat nilai sejarah.

Pengampu Grup Rebana Assalafiyah, Kiai Jawahir, mengungkapkan bahwa alat musik rebana yang digunakan bukanlah instrumen biasa. Bahkan, usianya diperkirakan mencapai sekitar 300 tahun dan telah melewati berbagai zaman.

“Rekaman profesional ini menjadi langkah penting agar dokumentasi kesenian ini bisa lebih utuh dan bernilai jangka panjang,” ujar Mpu Fauzi selaku promotor grup.

Proses rekaman ini mendapat sambutan hangat dari Rifan Khoridi, tokoh konservasi seni tradisional sekaligus pemilik OS Studio. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya strategis dalam menjaga warisan leluhur.

“Ini langkah yang sangat tepat untuk merawat nilai-nilai heritage agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Kelompok Rebana Assalafiyah sendiri memiliki formasi unik, terdiri dari 12 penabuh rebana serta 7 hingga 10 anggota tim Ruddat yang menampilkan koreografi khas.

Baca Juga :  Pelanggaran Etika ASN di Dunia Pendidikan, Pemkab Sumenep Didesak Bertindak Tegas

Menariknya, grup ini menghadirkan harmoni lintas generasi. Para sesepuh seperti Bapak Rifa’i, Bapak Supandi, Bapak Sun, Bapak Pasulah, dan H. Syaiful, tampil berdampingan dengan generasi muda seperti Adul Adim, Rahmad, Fauzi, Umam, Rian, Berril, dan lainnya.

Lebih dari sekadar pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana ibadah dan penguatan spiritual. Melalui lantunan selawat yang direkam, kelompok ini berharap dapat menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut tercermin dalam bait syair yang mereka kumandangkan, “Man Yamut Fi Hubbihi Nala Kullal Mathlabi” (Siapa yang wafat dalam cintanya kepada Rasul, maka ia telah meraih segala yang dicari).

Ke depan, hasil rekaman ini akan dirilis dalam format fisik maupun digital, sehingga generasi mendatang tetap dapat menikmati keaslian tabuhan Terbang Karatangan yang telah bertahan selama ratusan tahun.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi
Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Berita Terbaru