Pelanggaran Etika ASN di Dunia Pendidikan, Pemkab Sumenep Didesak Bertindak Tegas

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.comDunia pendidikan di Kabupaten Sumenep kembali tercoreng oleh kabar memalukan. Seorang kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Sapeken diduga menjalin hubungan terlarang dengan guru honorer yang merupakan bawahannya sendiri.

Hubungan gelap ini tidak hanya menciptakan keresahan di kalangan internal sekolah, tetapi juga membuat masyarakat geram.

Bappeda Sumenep

Pasalnya, guru honorer yang terlibat diketahui sebagai adik ipar dari Kepala Desa setempat, sehingga memperkuat perhatian publik terhadap kasus tersebut.

Kabar perselingkuhan ini cepat menyebar ke kalangan wali murid. Mereka mempertanyakan kelayakan moral kepala sekolah untuk tetap memimpin lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi panutan dalam hal etika dan tanggung jawab.

Tak Bisa Dianggap Urusan Pribadi

Meski sebagian pihak mungkin menganggap ini persoalan pribadi, namun dalam konteks jabatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dugaan perselingkuhan ini masuk kategori pelanggaran berat. ASN memiliki tanggung jawab etis di hadapan publik, bukan hanya administratif.

Sebagai pimpinan lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk menjaga martabat, moralitas, dan integritas diri. Terlebih, ketika perbuatan tercela itu melibatkan bawahan langsung yang ada di lingkungan kerja yang sama.

Baca Juga :  Petani Milenial Sumenep Garap Greenhouse Sayuran Premium, DKPP Beri Apresiasi

Aturan Hukum yang Dilanggar

Secara hukum, tindakan ini telah melanggar sejumlah regulasi yang mengatur disiplin ASN. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Pasal 10 ayat (1), disebutkan bahwa ASN wajib menjaga norma agama, etika, dan norma sosial.

Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS Pasal 5 huruf n serta Pasal 10 ayat (2) huruf f, secara eksplisit menyebut bahwa perselingkuhan termasuk dalam pelanggaran berat.

PP Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 14 juga menegaskan, PNS yang terbukti menjalin hubungan gelap dapat dijatuhi hukuman disiplin berat, termasuk pemberhentian dari jabatannya.

Sanksi Disiplin Mengintai

Jika terbukti benar, kepala sekolah yang bersangkutan bisa dikenai sejumlah sanksi berat. Berdasarkan PP 94 Tahun 2021, sanksi tersebut antara lain penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian tidak dengan hormat.

Pemberhentian bisa dijatuhkan jika perbuatan kepala sekolah tersebut terbukti termasuk perzinaan atau tindakan amoral lainnya yang mencoreng institusi tempatnya bekerja.

Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Baca Juga :  Kabar Baik! Dinkes P2KB Sumenep Pastikan Nakes di Seluruh Puskesmas Akan Terima Gaji di 2025

Skandal ini tak sekadar melanggar moral, tapi juga berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan wewenang. Hubungan atasan dan bawahan dalam institusi pemerintahan diatur ketat karena bisa menimbulkan konflik kepentingan serta intimidasi dalam lingkungan kerja.

Relasi kuasa yang tidak sehat dapat menciptakan suasana kerja yang buruk, tidak nyaman, serta menurunkan kepercayaan rekan kerja terhadap pimpinan. Apalagi jika hubungan tersebut memiliki konsekuensi terhadap objektivitas dalam pembagian tugas atau penilaian kinerja.

Institusi Pendidikan Terancam Runtuh

Dunia pendidikan semestinya menjadi tempat mencetak generasi masa depan dengan nilai-nilai luhur, termasuk etika dan integritas. Jika pemimpinnya justru terlibat skandal moral, maka yang rusak bukan hanya reputasi pribadi, tapi juga institusi pendidikan itu sendiri.

Keresahan masyarakat dan wali murid sangat beralasan. Mereka ingin memastikan bahwa lembaga pendidikan dipimpin oleh figur yang bersih secara moral, bukan hanya pandai secara administrasi.

Pemkab Harus Bertindak Tegas

Kasus ini menjadi ujian bagi ketegasan Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan. Mereka harus bergerak cepat menelusuri kebenaran informasi yang beredar dan mengambil langkah disipliner jika terbukti.

Baca Juga :  Langkah Bustanul Arifin Perjuangkan Guru Ngaji di Sumenep Direspon Positif Tokoh Kyai, Begini

Penegakan disiplin bukan hanya soal menjatuhkan sanksi, tapi juga menjaga marwah ASN dan lembaga pendidikan. Integritas birokrasi dan kualitas dunia pendidikan harus dijaga dengan tanpa kompromi terhadap pelanggaran moral.

ASN Adalah Cerminan Pemerintahan

Sebagai wajah pemerintah di tingkat paling bawah, ASN harus menjunjung tinggi tanggung jawab moral di hadapan publik. Ketika seorang ASN melakukan pelanggaran berat, maka yang tercoreng bukan hanya dirinya, tapi juga lembaga dan pemerintah tempatnya mengabdi.

Masyarakat saat ini menuntut keterbukaan dan penegakan disiplin yang tegas. Tidak boleh ada pembiaran terhadap kasus yang menyangkut perilaku amoral ASN, apalagi di sektor pendidikan.

Penegakan Etika Adalah Harga Mati

Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa etika dan moralitas dalam birokrasi bukan hal remeh. Pemerintah daerah wajib menunjukkan keberpihakan pada nilai-nilai integritas dan tidak menoleransi pelanggaran yang merusak citra institusi publik.

Apabila kepala sekolah tersebut benar melanggar, maka proses disipliner harus dijalankan secara transparan dan akuntabel. Dunia pendidikan harus kembali dibersihkan dari pengaruh negatif dan penyimpangan moral.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal
Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional
Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda
Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura
Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau
DRT The Big Family Angkat Nilai Budaya Madura Lewat Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025
Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan
Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat
banner 325x300

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:13 WIB

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 07:55 WIB

Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:27 WIB

Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:06 WIB

Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:23 WIB

Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:49 WIB

Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:24 WIB

Ning Lia: Politik Sejati Adalah Kebaikan yang Dirasakan Semua Golongan

Berita Terbaru