Ajang Bergengsi! Festival Lagu Karya Bupati Sumenep Hadirkan Talenta Musik Se-Madura

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Dalam rangka menyemarakkan Kalender Event Kabupaten Sumenep Tahun 2026, FKPPI Cabang 1327 Kabupaten Sumenep bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) setempat akan menggelar Festival Kreatif Aransemen Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep Se-Madura Open 2026.

Festival yang mem-branding  “Cipta Lagu Karya Bupati Tong-Tong” yang mengangkat karya lagu dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap seni musik lokal sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di bidang budaya.

Ketua FKPPI Sumenep, Edi Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mengembangkan potensi seni musik tradisional khas Madura.

“Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi bagi para pelaku seni untuk mengaransemen lagu karya Bupati Sumenep tanpa mengubah lirik aslinya,” ujar Edi.

Peserta diwajibkan memilih salah satu dari tiga lagu yang telah ditentukan, yakni Mencintai Tanpa Dicintai, Orang Biasa, dan Tanda Tanya. Meski diberi kebebasan dalam aransemen musik, peserta tetap tidak diperkenankan mengubah syair lagu.

Baca Juga :  Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Festival akan digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 mulai pukul 19.00 WIB di Lapangan Kesenian Gotong Royong, Sumenep. Kegiatan ini terbuka untuk umum khususnya peserta dari wilayah Madura.

Dalam kompetisi ini, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp12 juta, lengkap dengan trophy Bupati Sumenep, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.

Selain itu, akan dipilih 1 Juara Umum, 5 Penyaji Terbaik, 3 Aransemen Terbaik, dan 1 Juara Favorit melalui sistem voting langsung.

Baca Juga :  Ukhuwah Islamiyah Terjalin di Sapudi, Muhammadiyah dan NU Bersatu dalam Tabligh Akbar

Menariknya, lima penyaji terbaik akan mendapatkan kesempatan tampil di berbagai event besar, seperti Parade Musik Tong-Tong pada Bulan Bung Karno, Madura Culture Festival Agustus 2026, hingga Festival Musik Tong-Tong se-Madura pada September mendatang.

Adapun kriteria penilaian meliputi kekompakan, harmonisasi, kreativitas musik, serta aspek ketertiban, kerapian, dan kesopanan saat tampil.

Foto. Flayer Persyaratan Festival Cipta Lagu Musik Tong-tong 2026

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak pengumuman ini dirilis dan akan ditutup pada 25 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Proses pendaftaran dilakukan langsung melalui panitia, dengan ketentuan tidak menerima titipan pendaftaran.

“Melalui festival ini, kami berharap musik tong-tong semakin berkembang dan menjadi identitas budaya yang membanggakan,” tutup Edi.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan bahwa festival tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tetap diminati generasi muda.

Baca Juga :  Kericuhan Festival Dewi Cemara ; ALARM Meminta Bupati Dan DPRD Periksa Kadisbudporapar Sumenep

Menurutnya, musik tong-tong merupakan warisan budaya khas Madura yang memiliki nilai seni tinggi dan harus terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan kreatif dan inovatif, “Paparnya.

Faruk sapaan akrabnya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya.

Ia berharap festival tersebut mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat di bidang musik tradisional serta semakin memperkenalkan musik tong-tong Madura ke tingkat yang lebih luas, “Harapnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru