UPT PSBP Jatim Lakukan Sertifikasi Bibit Kelapa Dalam di Legung Timur Sumenep

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Proses sertifikasi Benin bibit kelapa dalam

Foto. Proses sertifikasi Benin bibit kelapa dalam

SUMENEP, nusainsider.com Pengawas Benih Tanaman UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (PSBP) Dinas Perkebunan Jawa Timur melakukan sertifikasi benih bibit kelapa dalam di lokasi penangkaran Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama pihak PIC CV Elang Buana Blitar serta penangkar Kelompok Tani (KT) Makmur Jaya Legung Timur guna memastikan kualitas dan kelayakan benih sebelum didistribusikan kepada kelompok tani di berbagai wilayah.

Pengawas Benih Tanaman UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (PSBP) Dinas Perkebunan Jawa Timur menyampaikan bahwa proses sertifikasi dilakukan untuk memastikan benih yang disalurkan kepada petani benar-benar memenuhi standar mutu dan memiliki kualitas unggul.

Menurutnya, benih kelapa dalam tersebut merupakan benih pilihan yang telah melalui tahapan seleksi ketat sehingga diharapkan mampu menghasilkan tanaman produktif dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

“Semoga usai sertifikasi ini, bantuan benih kelapa dalam dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia mampu meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi petani,” ujarnya.

Sementara itu, PIC CV Elang Buana, Muhammad Iqbal Maulana menyampaikan bahwa kebutuhan bibit kelapa dalam untuk Kabupaten Sumenep pada tahun 2026 mencapai 275 ribu butir. Namun pihaknya menyiapkan stok lebih banyak, yakni sebanyak 348 ribu butir.

“Kami menyiapkan stok lebih besar dari kebutuhan untuk mengantisipasi apabila nantinya ada bibit yang kualitasnya kurang bagus atau tidak memenuhi standar,” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, proses sertifikasi menjadi tahapan penting agar bibit yang nantinya diterima petani benar-benar unggul, sehat, dan memiliki daya tumbuh yang baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Baca Juga :  Bangkal Bergoyang! Hiburan Rakyat “Semalam di Madura” Jadi Pemanasan Karapan Sapi 2025

Iqbal menambahkan, ratusan ribu benih unggul kelapa dalam bersertifikat tersebut nantinya akan disebarkan ke berbagai wilayah di Madura sebagai bagian dari dukungan terhadap program pengembangan sektor pertanian di era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Untuk Kabupaten Sumenep sendiri terdapat 132 kelompok tani yang akan menerima bantuan dengan total sebanyak 110 ribu butir bibit benih kelapa dalam,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa pihaknya berharap bantuan tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Warisan Keraton hingga Ojung, Batuputih Siap Menjadi Simpul Pertumbuhan Ekonomi Baru di Utara Sumenep

Ia berharap bantuan bibit kelapa dalam tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan kelapa di Kabupaten Sumenep secara khusus.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, bantuan bibit kelapa tersebut diharapkan benar-benar menjadi solusi jangka panjang. Tujuannya jelas, membangun keluarga yang mandiri pangan, lebih sehat, dan lebih sejahtera.

Baca Juga :  Kementan Perkuat Peran Perempuan Tani, Lahan Tidur Disulap Jadi Sumber Pangan Bergizi

Inong sapaan akrabnya juga berharap ke depan Sumenep mampu tampil sebagai daerah unggulan penghasil produk turunan kelapa di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin Sumenep berbicara banyak melalui produk kelapa dan turunannya, bukan hanya sebagai penghasil bahan baku, tetapi sebagai produsen olahan bernilai tinggi,” tutupnya saat dikonfirmasi media nusainsider.com melalui sambungan telepon.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi
“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Berita Terbaru