BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Harga Eceran BBM Jenis Pertalite di Salahsatu Toko Kelontong di Sumenep

Foto. Harga Eceran BBM Jenis Pertalite di Salahsatu Toko Kelontong di Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai berdampak pada harga jual BBM eceran di tingkat masyarakat.

Belakangan ini, warga di wilayah Gadu Timur dan sejumlah daerah lainnya di Sumenep dikejutkan dengan beredarnya informasi mengenai harga bensin eceran yang mencapai Rp15.000 per liter atau per botol.

Kenaikan harga tersebut memicu keluhan masyarakat, terutama di tengah sulitnya mendapatkan BBM di SPBU akibat antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut dinilai telah dimanfaatkan oleh sebagian penjual BBM eceran untuk meraup keuntungan lebih besar. Padahal, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan adanya kenaikan harga BBM resmi.

Baca Juga :  Festival Tembakau 2025, PR Mulya Indah dan Bima Dharma Perkenalkan Kretek Madura ke Bupati

Aktivis pemuda Sumenep, Sudirman, menilai situasi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Menurutnya, kelangkaan BBM yang terjadi jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mempermainkan harga dan merugikan masyarakat.

“Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus oleh Pemkab Sumenep. Jangan sampai ada SPBU yang bermain dengan mafia BBM, dan jangan sampai ada pengecer yang mengambil kesempatan untuk mempermainkan harga di saat sekarang ini,” ujar Sudirman kepada media, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal serta melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik yang diduga melanggar aturan.

Baca Juga :  Kumuh Akan Sampah, Banser Gayam Adakan Aksi Bersih Bersih Pesisir Pantai

Menurutnya, kenaikan harga BBM eceran hingga mencapai sekitar 50 persen dari harga normal sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari dan kebutuhan ekonomi.

“Pemkab Sumenep harus tegas dalam menyikapi hal ini. Selain menyusahkan masyarakat dalam beraktivitas, kondisi ini juga menyengsarakan masyarakat yang terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga jauh lebih mahal,” katanya.

Sudirman juga meminta aparat terkait untuk menindak tegas apabila ditemukan adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM yang menyebabkan kelangkaan di lapangan.

“Saya harap Pemerintah Kabupaten juga menindak tegas SPBU yang bermain dengan mafia BBM yang mengisi menggunakan jeriken tanpa surat izin, dan juga menindak tegas para pengecer yang mengambil kesempatan dengan cara menaikkan harga sampai 50 persen di saat kondisi seperti sekarang ini,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Madura.

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg di Sapeken Tembus Rp29 Ribu, Warga Tagih Janji Subsidi Pemerintah

Sementara itu, masyarakat berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru