Elpiji 3 Kg di Sapeken Tembus Rp29 Ribu, Warga Tagih Janji Subsidi Pemerintah

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tabung Gas Elpiji 3Kg

Foto. Tabung Gas Elpiji 3Kg

SUMENEP, nusainsider.com Warga Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, mengeluhkan harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga elpiji 3 kg di sejumlah desa kepulauan wilayah tersebut mencapai Rp29.000 per tabung.

Angka ini jauh melebihi HET resmi dan telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan berpenghasilan rendah yang mengandalkan elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Kami merasa sangat dirugikan. Harga elpiji di sini tidak pernah sesuai dengan HET. Padahal ini gas subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat kecil,” ungkap seorang warga Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken.

Masyarakat mendesak Dinas Perdagangan serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pengawasan ketat dan menertibkan distribusi gas elpiji di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Polwan Polres Sumenep Tebar Kepedulian di Hari Jadi ke-77

Menurut warga, lemahnya pengawasan dan distribusi yang tidak merata menjadi faktor utama melonjaknya harga gas di wilayah terpencil seperti Sapeken.

Selain itu, warga juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumenep dan pihak Pertamina untuk mengevaluasi serta membenahi sistem distribusi gas elpiji bersubsidi.

Mereka berharap kebijakan subsidi dari negara benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Lonjakan Pasien Tak Terhindarkan, RSUD Sumenep Pastikan Layanan Tetap Prima

“Kami ingin keadilan. Jangan sampai subsidi dari negara justru tidak sampai ke kami yang berada di pelosok,” tambah warga lainnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional
Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih
Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru
Buronan Kasus Penganiayaan di Batuputih Diciduk Tim Resmob, Begini Kronologinya
Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!
Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret
Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital
Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 05:19 WIB

Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih

Senin, 21 September 2026 - 19:00 WIB

Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru

Senin, 21 September 2026 - 15:36 WIB

Buronan Kasus Penganiayaan di Batuputih Diciduk Tim Resmob, Begini Kronologinya

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital

Sabtu, 19 September 2026 - 21:32 WIB

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan

Berita Terbaru