SUMENEP, nusainsider.com — Angin segar kembali berembus bagi masyarakat pesisir Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.
Melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) HCML 2026, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mentari Desa Kalowang menyalurkan bantuan kepada lima kelompok nelayan yang selama ini menggantungkan kehidupan dari hasil laut.
Lima kelompok nelayan tersebut yakni KUB Samudra, KUB Tunas Pesisir, KUB Bahari Nusantara, KUB Segara Abadi, dan KUB Laut Sejahtera.
Bantuan yang direalisasikan berupa 80 box ikan dan peralatan pancing. Bantuan tersebut diarahkan untuk menunjang aktivitas nelayan, khususnya dalam menjaga hasil tangkapan agar tetap awet dan memiliki daya tahan lebih lama sebelum dipasarkan.
Bagi nelayan, menjaga kualitas ikan bukan perkara sepele. Hasil tangkapan yang tidak segera ditangani dengan baik dapat mengalami penurunan kualitas dan berdampak terhadap harga jual.
Karena itu, keberadaan box ikan menjadi salah satu fasilitas penting setelah nelayan kembali dari melaut.
Tak hanya itu, peralatan pancing juga diharapkan mampu menunjang aktivitas penangkapan ikan sehingga nelayan dapat bekerja lebih optimal.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan perekonomian masyarakat pesisir. Sebab, bagi nelayan Desa Kalowang, hasil tangkapan laut bukan sekadar komoditas, melainkan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga setiap hari.
Ketua Pokmas Mentari Desa Kalowang, Salam, mengatakan bantuan yang telah disalurkan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat nelayan.
Namun, ia mengakui bantuan berupa 80 box ikan dan peralatan pancing tersebut masih belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan nelayan.
“Bantuan ini tentu belum bisa menjangkau seluruh kebutuhan nelayan. Masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Tetapi ini menjadi langkah awal untuk terus mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan nelayan,” ujar Salam, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, Pokmas Mentari memiliki tanggung jawab untuk memastikan program PPM HCML 2026 benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok nelayan yang menjadi penerima program.
Sebagai Pokmas yang dipercaya Desa Kalowang untuk mengelola program PPM HCML 2026, pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya agar program pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata.
“Kami akan terus berupaya menyentuh kebutuhan nelayan melalui program pemberdayaan ini. Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu masyarakat nelayan, akan kami perjuangkan,” tegasnya.
Salam berharap dukungan melalui PPM HCML dapat terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, ketika nelayan memiliki peralatan yang memadai, hasil tangkapan dapat dikelola dengan lebih baik dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.
Disisi lain, Kepala Desa Kalowang, Rahmatil Maula menyampaikan apresiasi atas realisasi program PPM HCML 2026 yang menyasar kelompok nelayan di desanya.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dukungan nyata bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari hasil laut.
“Kami harap bantuan ini dirawat dan digunakan dengan baik, jangan sampai setelah diterima justru disembarangkan,” ujar Kades yang akrab dipanggil Mama itu.
Ia berharap program pemberdayaan tersebut dapat terus berlanjut dan menyentuh lebih banyak kebutuhan nelayan, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi fasilitas penunjang, tetapi juga mampu mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
![]()
Penulis : Wafa
















