Shalawat Nariyah dan Pembacaan Kitab Warnai Rencana Pertemuan Rutin Keturunan Khatib Paranggan

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Keluarga besar keturunan Khatib Paranggan bin Pangeran Katandur berencana menggelar pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali di kawasan Paranggan, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

Rencana tersebut disampaikan KHR. Khalil Muhammad Gunung Sari, putra KHR. Muhammad bin Imam Gunung Sari, dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Khatib Paranggan bin Pangeran Katandur yang berlangsung di Asta Khatib Paranggan, Minggu (16/8/2026).

KHR. Khalil mengatakan, pertemuan rutin tersebut nantinya tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar keturunan Khatib Paranggan, tetapi juga diisi dengan kegiatan keagamaan, seperti pembacaan kitab dan Shalawat Nariyah.

“Setiap tiga bulan satu kali di Paranggan diadakan pertemuan rutin. Kegiatannya diisi pembacaan kitab dan pembacaan Shalawat Nariyah,” dawuh KHR. Khalil Muhammad Gunung Sari.

Menurutnya, agenda tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk merawat tradisi dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan para leluhur.

Baca Juga :  Kepala Desa Sapeken Raih Anugerah Pelayanan Publik Transformatif di Malam Anugerah SMSI Award 2025

Forum tersebut sekaligus diharapkan menjadi ruang mempererat hubungan antarketurunan Khatib Paranggan serta masyarakat sekitar.

Ia menjelaskan, pembacaan Shalawat Nariyah memiliki kaitan dengan amanah yang diwariskan melalui garis keturunan Khatib Paranggan.

Ayahnya, KHR. Muhammad bin Imam Gunung Sari, disebut sebagai salah satu keturunan Khatib Paranggan yang memperoleh amanah dalam pembacaan Shalawat Nariyah.

Tradisi tersebut, lanjut KHR. Khalil, juga memiliki keterhubungan dengan sejumlah ulama di berbagai daerah. Di antaranya K. Sufyan, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, serta K. Khalil As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Walisongo.

Sanad pembacaan Shalawat Nariyah tersebut juga disebut berkembang hingga sejumlah negara di Asia, seperti Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

“Semua sanadnya bermuara kepada KHR. Muhammad bin Imam Gunung Sari,” dawuh KHR. Khalil.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Khatib Paranggan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim. Sejumlah penggagas kegiatan, di antaranya KHR. Kholil Mohammad dan KHR. Abd. Qadir Muhamad, juga hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di Asta Khatib Paranggan, Dusun Paddusan, Desa Bangkal.

Baca Juga :  Memasuki Babak Baru, Kepala KSOP Kalianget Akan Hadapi Badai Besar di BPK dan KPK RI

Hadir pula sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Forkopimka Kecamatan Kota, Pemerintah Desa Bangkal, serta ratusan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Imam Hasyim mengajak keluarga besar keturunan Buju’ Paranggan untuk terus menjaga nilai-nilai kesalehan yang telah diwariskan para leluhur.

Menurutnya, warisan tersebut tidak cukup hanya dikenang melalui kegiatan haul, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Kesalehan Buju’ Paranggan hendaknya kita jaga dengan mengamalkan amar makruf nahi mungkar. Semuanya dapat dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan,” kata Wabup Imam Hasyim.

Ia juga mengingatkan bahwa garis keturunan bukanlah ukuran utama kemuliaan seseorang. Menurutnya, ketakwaan dan perilaku baik merupakan hal yang harus senantiasa dijaga.

“Allah tidak menilai seseorang semata-mata karena keturunannya. Yang menjadi ukuran adalah ketakwaan. Karena itu, mari kita menjaga nama baik para leluhur dengan perilaku yang baik,” pungkas Wabup Sumenep.

Rencana pertemuan tiga bulanan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menjaga kesinambungan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat silaturahmi keluarga besar keturunan Khatib Paranggan dengan masyarakat di Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kompak Rayakan Maulid dan HUT RI, Warga Pocang Temor Hiasi Kampung dengan Merah Putih
Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera
17 Agustus 2026, Bundaran Letda Sucipto Tuban Jadi Titik Khidmat Penghormatan Sang Merah Putih
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, 47 Pecatur Unjuk Kemampuan di Bangkalan
Musancab PPP Pamekasan Jadi Momentum Konsolidasi, DPW Dorong Ra Baqir Maju Pilkada
Di Pendopo Keraton Sumenep, Bupati Fauzi Kukuhkan Paskibraka untuk HUT RI ke-81
Dugaan Pelayanan Kesehatan Berujung Maut di Manding, Legalitas Praktik Perawat Dipertanyakan
Dari Paskibra SMA hingga UNIBA Madura, Mohammad Mahrus Kini Jadi Komandan Pasukan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Kompak Rayakan Maulid dan HUT RI, Warga Pocang Temor Hiasi Kampung dengan Merah Putih

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Shalawat Nariyah dan Pembacaan Kitab Warnai Rencana Pertemuan Rutin Keturunan Khatib Paranggan

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:59 WIB

17 Agustus 2026, Bundaran Letda Sucipto Tuban Jadi Titik Khidmat Penghormatan Sang Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, 47 Pecatur Unjuk Kemampuan di Bangkalan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Di Pendopo Keraton Sumenep, Bupati Fauzi Kukuhkan Paskibraka untuk HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Dugaan Pelayanan Kesehatan Berujung Maut di Manding, Legalitas Praktik Perawat Dipertanyakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Dari Paskibra SMA hingga UNIBA Madura, Mohammad Mahrus Kini Jadi Komandan Pasukan

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Aktivis kebijakan publik asal Kota keris - Sumenep

Ekonomi

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 05:15 WIB