Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bos H Mukmin saat melihat dan membeli Tembakau Milik Petani

Foto. Bos H Mukmin saat melihat dan membeli Tembakau Milik Petani

SUMENEP, nusainsider.com — Memasuki musim panen tembakau 2026, pengusaha rokok lokal Sumenep, H. Mukmin alias Bos HM, mulai melakukan pembelian perdana tembakau petani di Gudang Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Kamis (20/8/2026).

Pada musim panen tahun ini, Bos HM menargetkan penyerapan sekitar 1.000 ton tembakau petani Madura. Target tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pasar bagi petani sekaligus membantu menjaga stabilitas harga tembakau selama musim panen.

“Rencana kita beli seribu ton,” ujar H. Mukmin saat ditemui di gudang pembelian tembakau Desa Daramista, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pembelian tembakau tersebut dilakukan dengan sistem konsorsium yang melibatkan sejumlah pihak dalam penyediaan modal. Dengan demikian, modal pembelian tidak sepenuhnya berasal dari dana pribadi.

“Untuk pembelian ini kita modalnya konsorsium, ada dari guru-guru, macam-macamlah. Jadi dana ini tidak terfokus punya saya pribadi,” ungkapnya.

Bos HM memperkirakan penyerapan tembakau tahun ini akan meningkat dibandingkan musim sebelumnya. Kendati demikian, ia mengaku masih menemukan banyak tembakau yang dipanen terlalu muda.

Menurutnya, tembakau yang dipetik sebelum mencapai umur optimal berpotensi merugikan petani karena kualitas daun dan bobotnya belum maksimal.

Baca Juga :  Upaya BPBD dan Dinsos P3A Atasi Kekeringan di Kepulauan Sumenep

Karena itu, ia meminta petani maupun penebas tidak terburu-buru melakukan pemetikan. Tembakau sebaiknya dipanen setelah mencapai tingkat kematangan dan kualitas yang cukup sehingga hasil produksi maupun nilai jualnya lebih maksimal.

Dalam pembelian perdana tahun ini, harga tembakau yang ditawarkan Bos HM bervariasi berdasarkan kualitas serta lokasi lahan.

Harga pembelian terendah berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp72 ribu per kilogram.

Untuk tembakau yang berasal dari lahan sawah, harga pembelian berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara tembakau gunung dan tegal gunung dihargai sekitar Rp60 ribu sampai Rp72 ribu per kilogram, tergantung kualitas daun.

“Harga paling bawah kami beli Rp50 ribu per kilogram. Harga paling tinggi Rp72 ribu per kilogram,” terangnya.

“Yang sawah dari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Sementara tembakau gunung sama tegal dari Rp60 ribu sampai Rp72 ribu,” sambungnya.

Cakupan pembelian juga tidak terbatas pada tembakau yang berasal dari Kabupaten Sumenep. Bos HM menyebut gudangnya menyerap tembakau dari berbagai wilayah di Madura.

“Cakupan pembelian kita tembakau Madura, jadi bukan hanya Sumenep saja, tapi se-Madura. Ini sekarang ada yang dari Kabupaten Sampang,” paparnya.

Meski demikian, kualitas tembakau dan asal lahan tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan harga pembelian.

Baca Juga :  Bedah Buku Alumni PMII di Jombang, Muhaimin Dorong Gerakan Selamatkan NU

Bos HM menegaskan, pihaknya berupaya menjaga harga agar petani mendapatkan nilai jual yang layak setelah mengeluarkan biaya produksi selama musim tanam.

“Kita itu cuma menstabilkan harga saja dari awal sampai akhir,” katanya.

Selain kualitas daun, kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan petani. Hujan yang turun ketika masa panen maupun proses pengolahan tembakau dapat berdampak terhadap mutu dan harga komoditas tersebut.

Bos HM kembali mengingatkan petani dan penebas agar tidak memaksakan pemetikan tembakau yang masih muda hanya demi mengejar pembelian lebih cepat.

Ia menyebut, sejumlah pabrikan rokok besar seperti PT HM Sampoerna Tbk, PT Djarum dan PT Gudang Garam Tbk disebut belum membuka pembelian pada saat gudang miliknya mulai melakukan penyerapan.

“Jangan sampai dipetik muda. Karena pabrik besar seperti Sampoerna, Djarum, Gudang Garam sampai hari ini belum beli. Jadi untuk apa buru-buru petik muda yang nanti beratnya akan kurang, sangat merugikan petani,” tegasnya.

Ia juga berharap perusahaan rokok berskala besar segera membuka pembelian tembakau sehingga produksi petani Madura dapat terserap secara lebih maksimal.

“Teman-teman media bisa menanyakan kepada pabrik-pabrik besar, kapan mereka buka. Tembakau kita sudah banyak, sudah banyak yang panen. Harus dibeli untuk penyerapan petani,” ujarnya.

Dengan target penyerapan mencapai 1.000 ton, Gudang Pembelian Tembakau di Desa Daramista dipastikan akan terus beroperasi selama tembakau petani masih tersedia.

Baca Juga :  Dari Rumah Layak Menuju Hidup Bermartabat, Bupati Fauzi Serahkan RTLH di Lenteng

Pembukaan gudang tersebut menjadi salah satu alternatif akses pasar bagi petani Madura, khususnya di tengah kondisi sebagian pabrikan besar yang belum membuka pembelian.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani selama musim panen tembakau 2026.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru