Bahas Transportasi Kepulauan, Bupati Sumenep Temui Kementerian Perhubungan di Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kunjungan Bupati Sumenep ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta Bahas Transportasi Laut kepulauan Sumenep

Foto. Kunjungan Bupati Sumenep ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta Bahas Transportasi Laut kepulauan Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Persoalan konektivitas wilayah kepulauan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumenep. Upaya memperkuat akses transportasi laut dilakukan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dengan mendatangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Jumat (21/8/2026) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fauzi membahas kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan Sumenep. Ia didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Audiensi itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini berkaitan dengan mobilitas masyarakat dari pulau menuju daratan utama maupun sebaliknya.

Menurut Fauzi, akses penyeberangan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian. Kondisi geografis Sumenep yang memiliki banyak wilayah kepulauan membuat masyarakat sangat bergantung terhadap transportasi laut dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Salah satu yang krusial adalah ketersediaan dan kelancaran akses penyeberangan dari pelabuhan bagi masyarakat kepulauan,” ujar Fauzi.

Ia menjelaskan, persoalan transportasi laut tidak semata-mata berkaitan dengan kemudahan masyarakat untuk bepergian. Kelancaran konektivitas juga memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi serta akses warga terhadap berbagai layanan yang berada di wilayah daratan.

Baca Juga :  HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Bagi masyarakat kepulauan, transportasi laut menjadi jalur penting untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas perdagangan, pendidikan, pelayanan pemerintahan hingga kebutuhan sosial lainnya.

Karena itu, Pemkab Sumenep berupaya membuka ruang koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong perhatian lebih besar terhadap kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Fauzi menilai, kondisi geografis Sumenep menjadi salah satu alasan penting mengapa pembangunan konektivitas laut harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Menurutnya, konektivitas yang baik diperlukan agar masyarakat di wilayah kepulauan memiliki akses yang setara terhadap berbagai kebutuhan dan tidak semakin tertinggal dibandingkan masyarakat yang berada di daratan.

“Sinergi tersebut penting untuk merumuskan solusi konkret atas kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan, baik untuk perjalanan dari pulau menuju daratan maupun sebaliknya,” kata Fauzi.

Pemkab Sumenep berharap audiensi dengan Kementerian Perhubungan tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat menjadi awal penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Baca Juga :  BSPS 2024 Disoal: Dugaan Pemotongan Dana Oleh Kades Hebohkan Sumenep

Pemerintah daerah ingin persoalan transportasi kepulauan dibahas secara bersama dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Dengan demikian, kebijakan maupun solusi yang nantinya dirumuskan diharapkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Penguatan konektivitas laut juga dinilai penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Sebab, keberadaan transportasi yang aman, lancar dan memadai menjadi salah satu faktor penunjang mobilitas sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Sumenep berkomitmen terus memperjuangkan peningkatan akses transportasi bagi masyarakat kepulauan, sehingga hubungan antara pulau-pulau dan wilayah daratan utama dapat semakin terintegrasi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru