“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pesan Demokrasi Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama kepada Mahasiswa-Mahasiswi

Foto. Pesan Demokrasi Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama kepada Mahasiswa-Mahasiswi

SUMENEP, nusainsider.com — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong generasi muda agar mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.

Dalam kesempatan di Sumenep, Ning Lia mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam proses demokrasi.

Menurutnya, kaum muda memiliki posisi strategis karena akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kehidupan bangsa di masa mendatang.

Ia bahkan mengingatkan bahwa generasi muda hari ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

“Kalian calon pemimpin. Kalian itu syubbanul yaum, rijalul ghad. Sekarang kalian pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” kata Ning Lia.

Menurutnya, ungkapan syubbanul yaum, rijalul ghad mengandung pesan kuat bahwa pemuda hari ini adalah calon pemimpin di masa depan.

Baca Juga :  Dorong Pelayanan Publik Optimal, BKPSDM Sumenep Perketat Disiplin ASN

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya memiliki semangat dan keberanian. Mereka juga perlu membekali diri dengan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, integritas, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ning Lia menilai, demokrasi tidak semestinya hanya dipahami sebagai mekanisme politik untuk memilih pemimpin atau menyampaikan aspirasi. Lebih dari itu, demokrasi harus dijalankan dengan etika, keteladanan, sikap saling menghormati, serta kesadaran untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah. Kita memberikan pemahaman tentang demokrasi yang baik,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda mampu membangun tradisi demokrasi yang sehat melalui ruang-ruang diskusi, keberanian menyampaikan pendapat, sekaligus kesediaan mendengarkan pandangan orang lain.

Baca Juga :  Kebakaran di Jalan Berlian III Kemayoran Hanguskan 4 Rumah Warga

Bagi Ning Lia, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan gagasan dan keputusan yang lebih baik.

Namun, perbedaan tersebut harus dikelola secara dewasa. Sikap saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama menjadi kunci agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu persatuan.

Baca Juga :  OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsistensi Ning Lia dalam mendorong lahirnya generasi pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi etika, keteladanan dan tanggung jawab kebangsaan.

Ia menilai, masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan.

“Jangan apatis terhadap demokrasi. Kalian adalah bagian dari masa depan bangsa,” pesannya.

Dengan demikian, keterlibatan anak muda dalam demokrasi bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Pemuda diharapkan mampu menjadi kelompok yang kritis, konstruktif dan tetap menjunjung persatuan dalam setiap perbedaan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru