SURABAYA, nusainsider.com — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi semangat 2.190 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari 105 sekolah di Kota Surabaya yang terus menumbuhkan kepedulian dan jiwa kemanusiaan sejak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan Eri saat memberikan arahan dalam Festival PMR Kota Surabaya 2026 bertema Youth for Humanity di Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan ribuan kader PMR dan jajaran PMI Kota Surabaya, Eri menegaskan bahwa generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki kepedulian sosial, keberanian menolong sesama, serta semangat gotong royong.
Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian penting dari semangat kepahlawanan yang melekat kuat dalam sejarah Kota Surabaya.
Eri kemudian mengajak para peserta mengingat kembali peristiwa bersejarah 1945, ketika warna biru pada bendera Belanda di Hotel Yamato disobek hingga menyisakan Merah Putih.
“Sang Merah Putih harus selalu berkibar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi yang membuat saya bangga, Sang Merah Putih harus selalu berkibar di hati arek-arek Suroboyo,” tegas Eri.
Ia menjelaskan, makna “Berkibar” di dalam hati warga Surabaya bukan sekadar simbol nasionalisme. Lebih dari itu, semangat tersebut harus diwujudkan melalui keberanian menegakkan kebenaran, membantu orang lain, dan bergotong royong untuk kepentingan bersama.
“Apalah arti kita merdeka kalau tidak punya nilai-nilai kemanusiaan. Apalah arti menjadi manusia kalau hati kita tidak bisa menolong orang lain,” ujarnya.
Eri memberikan apresiasi kepada PMI Kota Surabaya yang dinilai konsisten membina generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan.
Menurutnya, keberadaan PMR menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk karakter anak-anak agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Ia juga mengutip ajaran Ta’awanu ‘alal birri wat taqwa, yang berarti saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Nilai tersebut, kata Eri, harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda.
Untuk memperkuat pembentukan karakter tersebut sejak dini, Pemerintah Kota Surabaya berencana menjadikan PMR sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler pilihan yang diperkuat di jenjang SD dan SMP di bawah naungan Pemkot Surabaya.
Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperluas pendidikan karakter berbasis kemanusiaan sekaligus melahirkan generasi muda Surabaya yang peduli, tanggap, dan siap membantu sesama.
Eri juga berpesan kepada para pemuda agar tidak melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta menjadikan sikap saling membantu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Arek Suroboyo sing ngandal iku sing menghormati budaya, menghargai perbedaan, dan biso ngebantu wong liyo. Sukses selalu untuk PMI dan PMR Kota Surabaya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian PMI Surabaya Taufik Rohman Hidayat mengatakan, Festival PMR menjadi momentum untuk memperkuat peran anggota PMR sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di bidang kemanusiaan.
“Seluruh anggota PMR diharapkan mampu mengaktualisasikan Tri Bhakti PMR, menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran, memperkuat jejaring persahabatan antarsekolah, serta terus mengasah keterampilan dan kreativitas,” katanya.
Festival PMR Kota Surabaya 2026 mengusung tema Youth for Humanity atau Generasi Muda untuk Kemanusiaan. Kegiatan tersebut diikuti 2.190 peserta dari 105 sekolah, mulai tingkat Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA).
Festival PMR tersebut dibuka langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo.
![]()
Penulis : Wafa
















