Bantu Masyarakat Jelang Idul Fitri, Pemkab Sumenep Distribusikan Beras SPHP dan Minyak Kita

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Stand Pangan Murah pemerintah Kabupaten Sumenep

Foto. Stand Pangan Murah pemerintah Kabupaten Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar pasar murah selama Ramadan sebagai upaya menekan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini dihadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep tersebut berlangsung selama tiga hari di kawasan Taman Bunga Sumenep.

Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh Ramli, mengatakan bahwa pasar murah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran.

“Pasar murah ini kami lakukan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran,” kata Ramli, Senin (9/3/2026).

Menurut Ramli, dalam pelaksanaan pasar murah tersebut pemerintah menyalurkan sekitar satu ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan oleh Bulog. Selain beras, pemerintah juga menyediakan satu ton minyak goreng bersubsidi dengan merek “Minyak Kita”.

Baca Juga :  Sumenep Temukan Varietas Kacang Hijau Kuning Unik, Pemerintah Bergerak Amankan Hak Paten

Ia menjelaskan, dua komoditas tersebut dipilih karena merupakan kebutuhan utama masyarakat selama Ramadan. Permintaan terhadap beras dan minyak goreng biasanya meningkat secara signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Dua komoditas ini dipilih karena menjadi kebutuhan utama masyarakat selama Ramadan. Apalagi permintaan terhadap beras dan minyak goreng biasanya meningkat menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Ramli menambahkan, program pasar murah ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan harga yang sering terjadi saat menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan di Bulan Suci, Polres Sumenep Gandeng Jasa Raharja dan Dispenda

Dengan adanya intervensi pasar melalui penyediaan bahan pokok dengan harga lebih rendah, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Meski saat ini baru menyediakan dua jenis komoditas utama, Pemkab Sumenep berencana menambah variasi barang kebutuhan pokok pada pelaksanaan pasar murah berikutnya. Hal ini dilakukan agar lebih banyak kebutuhan masyarakat yang dapat dijangkau melalui program tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan para pedagang agar jenis komoditas yang dijual bisa lebih banyak,” ujar Ramli.

Selain itu, pelibatan pedagang pasar dalam kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat distribusi bahan pokok di masyarakat. Dengan keterlibatan pelaku usaha lokal, distribusi barang menjadi lebih merata sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan di tingkat pasar.

Baca Juga :  Meriah! Madura Night Vaganza 2025 Resmi Dibuka dan Dimulai

Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai pasar murah merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah, khususnya pada periode meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Melalui program ini, Pemkab berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung berupa akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Perkuat Literasi Energi, SKK Migas–MedcoEnergi Ajak Insan Media Madura Bedah Industri Hulu Migas
Pesan H Her ditengah Situasi Bangsa yang Rumit, Uang Triliunan Diharapkan Sampai ke Petani Tembakau
Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri
Founder BIP Tegaskan Bantuan Rp2 Miliar Tetap Sesuai Rencana, Ali: Fokus Kami Kemanusiaan
Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep
Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi
Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini
Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:26 WIB

Perkuat Literasi Energi, SKK Migas–MedcoEnergi Ajak Insan Media Madura Bedah Industri Hulu Migas

Senin, 13 Juli 2026 - 02:51 WIB

Pesan H Her ditengah Situasi Bangsa yang Rumit, Uang Triliunan Diharapkan Sampai ke Petani Tembakau

Senin, 13 Juli 2026 - 00:28 WIB

Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:06 WIB

Founder BIP Tegaskan Bantuan Rp2 Miliar Tetap Sesuai Rencana, Ali: Fokus Kami Kemanusiaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:39 WIB

Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:34 WIB

Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:02 WIB

Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:39 WIB

Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai

Berita Terbaru