1,5 Juta Wisatawan Sambangi Sumenep, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Kalender Event

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Salah satu Event Sumenep

Foto. Salah satu Event Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menggeser paradigma penyelenggaraan event wisata dan budaya.

Agenda yang masuk dalam kalender daerah tak lagi dipandang sebatas hiburan, tetapi diarahkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai gelaran wisata dan budaya sebagai magnet kunjungan wisatawan. Pemerintah berharap, meningkatnya jumlah pengunjung turut menggerakkan sektor usaha di sekitar ekosistem pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan penyelenggaraan berbagai event menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Faruk, kedatangan wisatawan membawa peluang bagi banyak sektor. Perputaran uang tidak hanya terjadi di lokasi acara, tetapi juga dapat dirasakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kuliner, transportasi, penginapan hingga ekonomi kreatif.

“Kalender event ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Faruk, Senin (05/10/2026).

Dari sisi kunjungan, geliat pariwisata Sumenep menunjukkan angka yang cukup besar. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Sumenep diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta orang.

Baca Juga :  Anggaran RTLH 2025 Capai 3,5Miliar, Berikut Persyaratan Peruntukannya

Faruk menyebut angka tersebut menjadi gambaran bahwa Sumenep memiliki pasar wisata yang cukup luas. Potensi itu diperkuat dengan keberadaan destinasi alam dan budaya yang dipadukan dengan berbagai kegiatan berskala lokal hingga nasional.

Salah satu event yang dinilai mampu mendongkrak kunjungan wisatawan adalah Madura Culture Festival (MCF) 2026. Gelaran tersebut diproyeksikan menjadi salah satu titik keramaian yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar Sumenep.

Baca Juga :  66 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Nyaman, Pemkab-Baznas Sumenep Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Faruk memperkirakan MCF 2026 dapat menyedot sekitar 150.000 pengunjung. Jumlah tersebut, kata dia, bukan sekadar target kehadiran, melainkan diharapkan mampu menciptakan transaksi ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan kegiatan.

Wisatawan yang datang berpotensi membelanjakan uangnya untuk makanan, suvenir, transportasi, penginapan hingga berbagai produk usaha lokal. Dengan demikian, dampak sebuah event diharapkan tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi memberikan manfaat ekonomi yang lebih panjang bagi masyarakat.

“Harapannya, setiap event yang kita gelar tidak berhenti pada jumlah pengunjung. Tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif,” jelasnya.

Karena itu, Pemkab Sumenep berencana terus membenahi kualitas kalender event. Pemerintah ingin setiap agenda memiliki daya tarik yang kuat sekaligus melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari seniman, komunitas, UMKM hingga masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Lepas Kontingen Porprov Jatim IX: Sumenep Harus Bergema Nasional

Bagi Sumenep, event juga menjadi salah satu cara memperkenalkan wajah daerah melalui pengalaman langsung. Wisatawan tidak hanya diajak mengunjungi destinasi, tetapi juga menikmati seni, tradisi dan kreativitas yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Event menjadi bagian penting untuk memperkuat promosi pariwisata Sumenep. Kita ingin wisatawan datang, menikmati Sumenep, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tukas Faruk.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru