SUMENEP, nusainsider.com — Peran duta wisata di era digital terus mengalami perubahan. Tidak lagi sebatas tampil dalam berbagai agenda promosi atau memperkenalkan destinasi secara langsung, duta wisata kini dituntut mampu mengemas potensi daerah menjadi konten kreatif yang menjangkau publik lebih luas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan penguasaan teknologi menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai duta wisata.
Menurutnya, perkembangan berbagai platform digital telah membuka ruang promosi pariwisata yang lebih luas. Destinasi wisata, kekayaan budaya hingga produk unggulan daerah dapat diperkenalkan kepada masyarakat tanpa terbatas jarak dan waktu.
“Duta wisata ini adalah ujung tombak yang bertugas menjual keindahan daerah masing-masing. Makanya mereka ke depan harus cakap teknologi,” kata Faruk, Senin (05/10/2026).
Ia mendorong duta wisata tidak hanya hadir sebagai representasi daerah dalam kegiatan seremonial. Mereka juga harus memiliki kreativitas untuk membuat materi promosi yang sesuai dengan karakter dan kebiasaan pengguna media digital.
Faruk menilai, konten yang dikemas secara atraktif dan kreatif dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi wisata Sumenep. Di saat yang sama, konten tersebut juga dapat memperkuat daya tarik budaya serta produk lokal yang dimiliki daerah.
“Kami minta duta wisata harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Faruk, promosi pariwisata saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif. Kehadiran media sosial dan berbagai platform digital memungkinkan informasi mengenai potensi Sumenep menyebar lebih cepat dan menjangkau calon wisatawan dari berbagai daerah.
Karena itu, kemampuan membuat konten, memanfaatkan media sosial serta mengoptimalkan teknologi dinilai menjadi keterampilan yang semakin penting bagi para duta wisata.
Pemkab Sumenep, lanjut Faruk, juga telah menyiapkan sejumlah inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi pariwisata. Salah satunya melalui aplikasi Virtual Tour yang memungkinkan masyarakat mengenal sejumlah destinasi secara lebih interaktif.
Aplikasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi calon wisatawan untuk mendapatkan gambaran mengenai destinasi di Sumenep sebelum datang langsung ke lokasi.
Faruk pun meminta duta wisata memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi yang telah tersedia secara optimal. Promosi potensi daerah, kata dia, tidak boleh berhenti pada lingkup lokal.
“Manfaatkan berbagai platform digital semaksimal mungkin. Salah satunya melalui inovasi aplikasi Virtual Tour yang dimiliki Sumenep,” tandasnya.
Dengan pemanfaatan teknologi secara kreatif, duta wisata diharapkan mampu menjadi penghubung antara potensi wisata Sumenep dengan masyarakat yang lebih luas, sekaligus ikut mendorong semakin dikenalnya destinasi, budaya, dan produk lokal daerah di ruang digital.
![]()
Penulis : Wafa
















