SUMENEP, nusainsider.com — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat yang digelar di Posyandu Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menyasar kader posyandu dari enam posyandu, aparat desa, bidan desa, perawat desa, serta penanggung jawab promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan sejumlah materi edukasi dan pembinaan. Nurul Kamaria menyampaikan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD), yang bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang pencegahan serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.
Selanjutnya, Yuli Mahendra memberikan edukasi mengenai Cek Kesehatan Gratis (CKG). Materi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit.
Sementara itu, Ahmad Nawakil memberikan bimbingan teknis kepada para kader posyandu. Pembinaan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan tugas di lapangan, sekaligus mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Supervisi fasilitatif ini mengedepankan pendekatan pembinaan, dukungan, dan komunikasi dua arah yang konstruktif. Dengan pendekatan tersebut, supervisi tidak hanya berorientasi pada pengawasan atau pencarian kesalahan, tetapi juga mendorong kader agar mampu mengenali kendala, menemukan solusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan kompetensi kader, kegiatan ini bertujuan memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional, memperbaiki kualitas hasil kerja, serta menyelesaikan berbagai persoalan teknis melalui diskusi dan pendampingan bersama.
Aspek administrasi juga menjadi perhatian dalam supervisi tersebut, terutama terkait perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan serta evaluasi hambatan kerja secara berkala. Pengelolaan administrasi yang baik diharapkan dapat menunjang efektivitas pelayanan dan mengoptimalkan fungsi fasilitas kesehatan maupun unit kerja terkait.
Melalui kegiatan ini, para kader posyandu diharapkan semakin terampil, aktif, dan mampu menjalankan perannya dalam mendukung upaya pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.
Sinergi antara kader posyandu, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan Puskesmas menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















