SKK Migas Tegaskan Pentingnya Energi Transisi dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Sabtu, 7 September 2024 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, nusainsider.comSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui bahwa produk industri migas adalah energi fosil penghasil karbon. Namun, pada saat yang sama, SKK Migas juga mengupayakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Antara lain menjalankan usaha-usaha pada transisi energi menjadi energi rendah emisi, zero flaring, dan udara bersih. Tren transisi energi ini akan semakin dikejar di tahun-tahun ke depan.

“Energi yang rendah emisi juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini terjadi shifting penggunaan energi ke energi gas bumi,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Dananjoyo Suryodipuro dalam Lokakarya Media Periode II Tahun 2024, SKK Migas – KKKS Jabanusa, di Yogyakarta, 5 September 2024.

Baca Juga :  Wow ! Event Madura Culture Festival, Cara Bupati Sumenep Kenalkan Budaya Nusantara

Kata Hudi, SKK Migas Bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) juga mencanangkan narasi besar Industri Hulu Migas 2025 yaitu menjadi partner strategis pemerintah sekaligus menjadi pilar swasembada energi atau ketahanan energi.

Itulah mengapa Rencana Strategis Indonesian Oil Gas (IOG) 4.0 berisi target mencapai level produksi maksimal, mengoptimalkan efek berganda, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Penggunaan energi gas bumi juga didorong oleh rencana konversi penggunaan batu bara dan minyak bumi, yang nilai dan volume impornya sangat besar dan tinggi emisinya. Penggunaan energi gas bumi jelas lebih bersih dan saat ini kita memiliki level produksi yang melimpah.

“Penggunaan energi gas juga mampu menggerakkan roda ekonomi dan industri domestik, serta selaras dengan target Pemerintah berupa Net Zero Emission,” imbuhnya.

Untuk mitigasi iklim, SKK Migas dan KKKS juga telah melakukan banyak penanaman pohon. Kata dia, alam 3 tahun terakhir SKK Migas Bersama KKKS sudah menanam 5,9 juta pohon untuk mengurangi emisi.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Geliatkan Ekonomi Masyarakat Lokal pada Madura Culture Festival 2

Dalam Lokakarya yang mengangkat tema Energi Transisi dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan itu Hudi mengajak media untuk berkolaborasi mendorong upaya-upaya tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut para Pemimpin Redaksi dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, VP Human Capital & Support Kangean Energy Indonesia Ltd, Iman Santoso, Mongabay Indonesia, Sapariah Saturi sebagai narasumber, perwakilan perusahaan-perusahaan migas di wilayah Jabanusa.
Dalam sambutan pembukaannya, Febrian Ihsan menyampaikan bahwa peran media sangat penting sebagai penyambung informasi kepada masyarakat.

“Kami menaruh harapan besar agar media dapat memberitakan pemberitaan-pemberitaan yang berimbang,” kata Febri.

Narasumber lain, Chief Editor Mongabay, Sapariah Saturi mengatakan bahwa Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam, sehingga dibutuhkan tata kelola yang baik dengan system pengelolaan yang kuat agar kekayaan ini dapat dimanafaatkan sebaik-baiknya tanpa menyebabkan gangguan signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan, dan besar kebermanfaatannya untuk ketahanan energi serta ketahanan ekonomi baik negara maupun ekonomi Masyarakat.

“Maka dari itu, peran media terkait isu lingkungan sangat penting. Jika tidak ikut menanam, paling tidak menulis tentang lingkungan yang sesuai. Apalagi lingkungan belum menjadi isu yang dominan, seksi atau menarik,” ujar Sapari.

Baca Juga :  Anak Direktur Pajak : Aditya Muhamad Bintang Kembangkan Rencana Transformasi Kawasan Otomotif

Sementara itu para pemimpin redaksi yang hadir dalam lokakarya media menyepakati peranan hulu migas begitu penting dalam menjaga ketahanan energi terutama dimasa energi transisi ini.

Hal ini terlihat dari kuatnya komitmen hulu migas dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi secara masif, agresif dan efisien sehingga pasokan energi nasional dapat terjaga.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya
Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani
Belasan Band Pelajar Ramaikan MCF #4, Sumenep Jadi Panggung Adu Kreativitas Musisi Muda

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Belasan Band Pelajar Ramaikan MCF #4, Sumenep Jadi Panggung Adu Kreativitas Musisi Muda

Berita Terbaru