Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Aksi Demonstrasi Mahasiswa Jabodetabek Jumat Kemarin (12/6)

Foto. Aksi Demonstrasi Mahasiswa Jabodetabek Jumat Kemarin (12/6)

JAKARTA, nusainsider.com Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026) kemarin.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah yang dinilai berkaitan dengan kondisi ekonomi, kebijakan publik, serta arah pemerintahan saat ini.

Awalnya, massa aksi berencana menjadikan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai titik konsentrasi demonstrasi.

Namun, aparat kepolisian melakukan pengamanan dengan menutup akses menuju lokasi tersebut dan melarang massa berkumpul di kawasan Bundaran HI.

Selain melakukan blokade jalan, aparat juga sempat mengalihkan rombongan mahasiswa yang menggunakan bus menuju kawasan depan Kompleks Parlemen Senayan. Meski demikian, mahasiswa tetap bersikeras menyampaikan aspirasi di pusat ibu kota dan memilih melakukan long march menuju Jalan Jenderal Sudirman.

Baca Juga :  Indonesia Darurat Korupsi, Rakyat Harus Bergerak! Ini Kata Nasional Corruption Watch (NCW)

Situasi sempat memanas ketika terjadi dialog antara aparat kepolisian dan perwakilan mahasiswa. Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Adri Desas Furyanto meminta massa tidak memaksakan diri menuju Bundaran HI.

“Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini, tidak akan dihalangi,” ujar Adri di hadapan massa aksi dikutip media CNN Indonesia.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari mahasiswa yang menilai tuntutan mereka tidak hanya ditujukan kepada DPR, melainkan juga kepada pemerintah secara umum.

“Masalahnya aspirasi dan tuntutan kami tidak hanya ke DPR saja,” kata salah satu perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa kemudian mempertanyakan alasan aparat melarang mereka menuju Bundaran HI.

“Kenapa tidak bapak-bapak ini saja ke Bundaran HI,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Adri menjelaskan bahwa Bundaran HI merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional sehingga tidak boleh lumpuh akibat demonstrasi.

“Bundaran HI itu jantung jalannya masyarakat, jantungnya perekonomian, central of gravity-nya Indonesia. Kalian nyetop di situ, selesai semua,” tegasnya.

Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, massa aksi masih bertahan di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Komitmen Majukan UMKM, Gandeng Akademisi dan Pemerintah

Sementara Aparat kepolisian tetap melakukan penjagaan dan blokade untuk mencegah massa bergerak menuju Bundaran HI.

Aksi tersebut didominasi oleh mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik. Mereka menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok dan beban fiskal negara.

Baca Juga :  Adik Kandung Di Bunuh Kakak kandung Disaat Sedang shalat

Selain itu, mahasiswa juga mengkritisi sejumlah program pemerintah yang dianggap tidak tepat sasaran dan berpotensi membebani anggaran negara.

Mereka menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini tengah digalakkan pemerintah.

Adapun lima tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut meliputi :

  1. Penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
  2. Penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM),
  3. Penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  4. Penghentian praktik militerisme di ranah sipil, serta
  5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah dapat mendengar dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang mereka sampaikan.

Mereka juga menegaskan akan terus mengawal kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan
Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong
Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta
Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:42 WIB

Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:28 WIB

Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As saat Berada di sebuah Cafe Hotel di Surabaya - Jawa Timur

Berita

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:09 WIB