Annuqayah Mantapkan Kiprah Global, 22 Mahasiswa Jalani KKN Internasional di Mekkah dan Jeddah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pelepasan Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah menuju Mekkah - Madinah

Foto. Pelepasan Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah menuju Mekkah - Madinah

SUMENEP, nusainsider.com Universitas Annuqayah kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis pesantren yang konsisten membangun jejaring akademik internasional.

Sebanyak 22 mahasiswa resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 di Mekkah dan Jeddah, Arab Saudi, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari strategi kampus dalam mencetak lulusan berdaya saing global tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan pesantren.

Program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian masyarakat di luar negeri, melainkan menjadi representasi visi Universitas Annuqayah dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, riset, dan penguatan diplomasi akademik lintas negara.

Tahun ini, Jeddah resmi menjadi lokasi baru pelaksanaan KKN Internasional, melengkapi Mekkah yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pusat pengabdian mahasiswa Annuqayah.

Prosesi pelepasan peserta berlangsung khidmat di halaman Gedung Rektorat Universitas Annuqayah. Acara dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Moh. Husnan Nafi’, serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, civitas akademika, dan keluarga peserta.

Sebanyak lima mahasiswa putra dan 17 mahasiswa putri akan menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat Indonesia maupun komunitas Muslim di dua kota penting tersebut.

Selama berada di Arab Saudi, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperkaya pengalaman sosial, budaya, dan keagamaan dalam lingkungan masyarakat internasional.

KKN Internasional Jadi Strategi Membangun Kampus Berkelas Dunia

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Moh. Husnan Nafi’, menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan salah satu program strategis universitas untuk memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas lulusan.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut terus mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Arab Saudi dan mitra penyelenggara yang selama ini mendukung keberlangsungan KKN Internasional.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan apresiasi dari Kedutaan Arab Saudi dan SIM. Kali ini KKN akan ditempatkan di Arab Saudi dan Malaysia,” ujar Husnan.

Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan KKN Internasional setiap tahun menjadi modal penting bagi Universitas Annuqayah untuk terus mengembangkan kerja sama internasional.

Baca Juga :  ARINNA HIDAYAH Dukung Srikandi IKAPMII Sumenep, Perempuan Dimotivasi Rawat Diri dan Berdaya

Tidak hanya mempertahankan pelaksanaan di Arab Saudi, universitas juga telah menyiapkan ekspansi program ke Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang belajar mahasiswa melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat global.

Menurut Husnan, dunia pendidikan tinggi saat ini tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya, mampu membangun komunikasi lintas bangsa, serta memiliki pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat internasional.

Jeddah Jadi Babak Baru Pengembangan Program

Pelaksanaan KKN Internasional tahun ini menghadirkan satu pembaruan penting, yakni penambahan Jeddah sebagai lokasi pengabdian.

Kehadiran kota pelabuhan terbesar di Arab Saudi tersebut dinilai membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat multikultural.

Selain menjadi gerbang utama jamaah haji dan umrah dari berbagai negara, Jeddah juga dikenal sebagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi yang mempertemukan beragam komunitas internasional.

Dengan karakter masyarakat yang lebih heterogen dibandingkan Mekkah, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih kaya dalam membangun komunikasi sosial, dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Penambahan lokasi ini sekaligus menunjukkan bahwa KKN Internasional Universitas Annuqayah terus berkembang, baik dari sisi cakupan wilayah maupun kualitas program yang dijalankan.

Baca Juga :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat, Diskop UKM Perindag akan Luncurkan Aglomerasi PHT Tahun 2025

Melanjutkan Tradisi Rihlah Ilmiah Sejak 1887

Di balik pelaksanaan KKN Internasional, terdapat sejarah panjang yang menjadi fondasi perjalanan Universitas Annuqayah.

Husnan Nafi’ menjelaskan bahwa program internasional yang dijalankan kampus hari ini merupakan kelanjutan dari tradisi rihlah ilmiah Annuqayah yang telah berlangsung sejak 1887.

Sejak masa awal berdirinya pesantren, hubungan keilmuan dengan Mekkah telah menjadi bagian penting dalam perkembangan Annuqayah. Para ulama dan santri melakukan perjalanan menuntut ilmu ke Tanah Suci, kemudian kembali membawa berbagai khazanah keilmuan Islam untuk dikembangkan di Madura.

Tradisi tersebut kini diterjemahkan dalam bentuk yang lebih modern melalui program KKN Internasional, pertukaran akademik, hingga kerja sama pendidikan lintas negara.

Universitas Annuqayah bahkan tengah mengkaji pembukaan lokasi KKN Internasional di Mesir, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peradaban dan pendidikan Islam dunia.

“Semoga langkah ini beriringan dengan ridha Allah SWT. Semoga berangkat bungkol mole bungkol,” tutur Husnan.

Peserta Diminta Menjaga Nama Baik Almamater

Sementara itu, Masyaikh Annuqayah, KH. Moh. Syafi’e Anshari, mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan KKN Internasional sebagai momentum pembentukan karakter, bukan sekadar perjalanan akademik.

Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan, kedisiplinan, etika, dan nama baik almamater selama berada di luar negeri.

Menurutnya, kerja sama antarpeserta menjadi faktor utama keberhasilan program. Mahasiswa harus mampu saling membantu, menghormati budaya setempat, serta menunjukkan sikap santun yang mencerminkan nilai-nilai pesantren.

“Harus ada kerja sama yang baik agar terjalin kompak. Jadikan pengalaman di lapangan sebagai bekal untuk masa depan,” pesannya.

Pesan tersebut dinilai penting mengingat para peserta bukan hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga mewakili Universitas Annuqayah, pesantren, masyarakat Madura, bahkan Indonesia di hadapan komunitas internasional.

Baca Juga :  DPMPTSP Sumenep Terapkan Sistem Baru NIB, Semua Ditentukan KBLI dan Tingkat Risiko

Tim Pendamping Disiapkan

Untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, Universitas Annuqayah menugaskan Dr. Rasidi Bahri sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) wilayah Mekkah.

Sementara itu, pendamping mahasiswa di wilayah Jeddah dipercayakan kepada Muktirrahman, sedangkan Abd. Aziz bertugas sebagai bagian dari kepanitiaan yang mengawal kelancaran pelaksanaan program.

Keberadaan tim pendamping diharapkan mampu memberikan arahan akademik maupun pendampingan teknis selama mahasiswa menjalankan berbagai aktivitas pengabdian di lapangan.

Menyiapkan Lulusan Berwawasan Global

Pelaksanaan KKN Internasional menjadi bukti bahwa Universitas Annuqayah terus bertransformasi sebagai perguruan tinggi pesantren yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi global.

Melalui pengalaman hidup dan mengabdi di luar negeri, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga belajar memahami keberagaman budaya, memperluas jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas bahasa, serta memperkuat kepemimpinan sosial.

Lebih jauh, program tersebut diharapkan melahirkan generasi intelektual Muslim yang mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat sekaligus membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam ruang-ruang internasional.

Dengan ekspansi program ke Malaysia, rencana pembukaan KKN di Mesir, serta penguatan jejaring di Arab Saudi, Universitas Annuqayah menunjukkan bahwa tradisi pesantren dapat berjalan beriringan dengan internasionalisasi pendidikan tinggi.

Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa kampus yang berakar kuat pada nilai-nilai keislaman mampu tampil kompetitif di tingkat global, tanpa kehilangan identitas dan warisan intelektual yang telah dibangun sejak lebih dari satu abad silam.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!
Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital
Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik
HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan
Kolaborasi Ning Lia, GAS Pemuda dan Senyum Sehat Indonesia, 200 Warga Kutisari Terima Bantuan
Selamat Jalan Mbah Hosen, Ikon Kesetiaan di Tribun Madura United
Pimpin AAI 2026–2031, Prof. Tjandra: Tidak Ada Lagi Sekat di Antara Kita
Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital

Sabtu, 19 September 2026 - 21:32 WIB

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik

Sabtu, 19 September 2026 - 16:35 WIB

HIMPASS Bedah Wacana “Kabupaten Kepulauan Sumenep”, Soroti Dampaknya bagi Keadilan Pembangunan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:32 WIB

Kolaborasi Ning Lia, GAS Pemuda dan Senyum Sehat Indonesia, 200 Warga Kutisari Terima Bantuan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:29 WIB

Pimpin AAI 2026–2031, Prof. Tjandra: Tidak Ada Lagi Sekat di Antara Kita

Sabtu, 19 September 2026 - 09:19 WIB

Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional

Jumat, 18 September 2026 - 23:10 WIB

KSOP Kelas IV Kalianget Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial di Momentum Harhubnas 2026

Berita Terbaru