Astaga! Pelayaran Rakyat Terancam Hilang, Pemilik Perahu Sapudi Minta Pemerintah Turun Tangan

Senin, 17 November 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bongkar Muat perahu di kepulauan Sapudi Sumenep saat tak bisa sandar.

Foto. Bongkar Muat perahu di kepulauan Sapudi Sumenep saat tak bisa sandar.

SUMENEP, nusainaider.com Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sapudi berencana melakukan replacement dan pembangunan ulang fasilitas pelabuhan laut sapudi yang dilaksanakan multiyears Tahun Anggaran 2025 – 2026.

Program ini disebut sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi laut serta penguatan infrastruktur kepelabuhanan. Namun, rencana tersebut memunculkan keluhan dari para pemilik perahu rakyat dan para kuli pekerja bongkar muat di Pelabuhan Gayam.

Para kuli menilai proses perencanaan proyek tidak mempertimbangkan asas kemanfaatan bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang selama ini menggantungkan hidup pada aktivitas pelabuhan.

Mereka mengaku belum mendapatkan sosialisasi yang jelas mengenai dampak replacement pelabuhan terhadap pekerjaan mereka. Terutama saat perahu rakyat pengangkut kebutuhan ekonomi Masyarakat Pulau Sapudi tidak lagi bisa bersandar di pelabuhan.

Salah satu kuli pelabuhan, Sunar mengatakan bahwa para pekerja merasa khawatir kehilangan mata pencaharian selama masa pembangunan atau bahkan setelah bangunan sudah selesai.

“Kami tidak diajak bicara. Tiba-tiba ada rencana replacement. Kalau nanti tidak ada perahu sandar, kami harus kerja apa?,” sergahnya, Senin, 17 November 2025.

Sunar sapaan akrabnya juga menyoroti potensi turunnya aktivitas bongkar muat akibat pembangunan pelabuhan yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan perahu rakyat.

“Jika bangunan pelabuhannya tinggi, kami dari koli juga tidak mampu menggotong, apalagi saat bongkar muat bahan material bangunan,” ujarnya.

Mereka berharap pemerintah dapat melakukan kajian ulang dan melibatkan masyarakat terdampak sebelum proyek berjalan.

Baca Juga :  RSUD Sumenep Bidik Jadi Rujukan Utama Madura, Poli Urologi Kini Layani BPJS

Disisi lain, salah satu pemilik perahu rakyat, Andre menyampaikan bahwa pada tahun 2024 lalu, juga pernah ada perbaikan pelabuhan.

Menurutnya, saat pelabuhan selesai dikerjakan, perahu rakyat sudah tidak bisa bersandar karena bangunannya terlalu tinggi. Sehingga, saat ini para pengguna jasa pelabuhan bergeser ke jembatan yang akan dilakukan replacement itu.

“Kalau ini juga dibangun dengan desain yang sama seperti tahun 2024, sudah pasti kami para pemilik perahu tak bisa bersandar lagi di pelabuhan ini,” katanya.

Andre mengaku jika ini tetap dilakukan, maka akan berdampak terhadap harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat. Sebab pengangkutannya harus kembali ke jaman tahun 2010.

“Jadi harus menggunakan perahu kecil (tambengan), baru kemudian dinaikkan ke dermaga, dan itu pun dermaganya sekarang semakin tinggi,” ucapnya.

“Yang jelas harga kuli mahal, harga jual juga akan semakin tinggi,” tambahnya.

Andre mengaku sangat kecewa pembangunan replacement pelabuhan ini diusulkan tidak disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Padahal mulai sejak dulu dermaga ini sangat membantu peningkatan fasilitas kebutuhan masyarakat Pulau Sapudi.

Baca Juga :  Bahu-Membahu Bersihkan Kota, JSI Dorong DLH Wujudkan Sumenep Bersih

Apalagi kata dia, perahu rakyat menjadi penopang kebutuhan masyarakat Pulau Sapudi, ditengah persoalan kapal feri yang juga kerap bermasalah itu.

“Ada 8 perahu rakyat yang juga menjadi korban jika tidak ada tempat untuk Pelayaran Rakyat (Pelra), lalu untuk apa membangun pelabuhan kalau tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” imbuhnya.

Andre menilai ini akan menjadi ancaman serius bagi perekonomian Pulau Sapudi, terutama seperti kebutuhan tabung gas yang tidak bisa dimuat menggunakan kapal feri.

“Kami memikirkan dampak ekonomi dan sosial dari pembangunan replacement pelabuhan ini, sebab perahu kami ketika berlayar mampu menampung muatan selayaknya 4 truck,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Andre, ada yang lebih membutuhkan dari anggaran besar pembangunan replacement pelabuhan sapudi ini. Yaitu, Pembangunan rehabilitasi Pelabuhan Tarebung yang sudah tidak layak pakai. Sebab, pelabuhan tersebut menjadi tempat bersandar kapal feri tujuan Sapudi – Kalianget dan Sapudi – Situbondo.

“Ini malah pelabuhan yang masih baik-baik saja mau dibangun, kalau memang untuk jangka panjang, harusnya nasib Perla juga dipikirkan jauh sebelum perencanaan ini matang, agar tidak mematikan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt. UPP Kelas 3 Sapudi, yang akrab dipanggil Bu Reni, tidak memberikan tanggapan apapun tentang klarifikasi media terkait tidak dilibatkannya masyarakat pengguna jasa pelabuhan dalam serap aspirasi pengusulan program pembangunan replacement pelabuhan ini.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Meskipun media ini sudah mengirimkan konfirmasi melalui pesan WhatsAppnya, Dia juga tidak membalas, padahal pesan sudah centang dua, yang artinya menandakan pesan sudah masuk.

Proyek ini rencananya akan memasuki tahap pelaksanaan dalam waktu dekat, dengan pagu anggaran sekitar 76 Miliar rupiah. Proyek ini bersumber dari anggaran Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Laut.

Warga dan pekerja berharap pemerintah memberi ruang dialog agar dampak sosial pembangunan dapat diminimalkan dan asas kemanfaatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Sapudi.

Loading

Penulis : Udi

Berita Terkait

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet
Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Berita Terbaru