Wacana Sumenep Kepulauan Menguat, Hosnan: Harus Berdampak pada Kebijakan Pembangunan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPRD Sumenep, H. Hosnan, S.IP., M.AP

Foto. Anggota DPRD Sumenep, H. Hosnan, S.IP., M.AP

SUMENEP, nusainsider.com — Gagasan perubahan nomenklatur Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan kembali mendapat perhatian.

Anggota DPRD Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, H. Hosnan, S.IP., M.AP., menilai perubahan tersebut harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar pergantian nama administratif.

Menurut Hosnan, penyebutan “Kabupaten Sumenep Kepulauan” harus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

Ia menegaskan, karakter geografis Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak bisa sepenuhnya disamakan.

“Bukan sekadar nomenklatur. Yang kita inginkan adalah bagaimana perubahan ini nantinya membawa perubahan nyata terhadap perhatian dan kebijakan pembangunan untuk masyarakat kepulauan,” kata Hosnan.

Hosnan mengatakan, masyarakat kepulauan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masyarakat di wilayah daratan. Jarak, keterbatasan transportasi, kondisi pelabuhan hingga distribusi kebutuhan pokok menjadi persoalan yang terus memengaruhi kehidupan masyarakat.

Transportasi laut, kata dia, bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat kepulauan.

Ketika konektivitas laut terganggu, dampaknya dapat merembet pada berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, perdagangan hingga distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.

“Kalau akses transportasi laut tidak memadai, maka pelayanan masyarakat juga ikut terdampak. Karena itu, persoalan konektivitas harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Hosnan menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep yang membawa persoalan kepulauan ke tingkat pemerintah pusat.

Baca Juga :  Distribusi Naik, PR Mahaputera Nusantara Rekrut 230 Karyawan Tambahan

Salah satunya melalui kunjungan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Pemkab Sumenep ke Kementerian Perhubungan RI pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Hosnan, langkah tersebut penting karena persoalan konektivitas kepulauan membutuhkan dukungan lintas kewenangan.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Ada persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama berkaitan dengan transportasi laut dan infrastruktur pendukungnya,” jelasnya.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi terus dikawal hingga menghasilkan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hosnan mengingatkan agar wacana perubahan nomenklatur tidak berhenti sebagai simbol politik maupun administratif.

Baca Juga :  Halaqoh Pertambangan Berlangsung Khidmad di Aula Universitas Guluk-Guluk

Jika nantinya Sumenep secara resmi menggunakan nomenklatur “Kabupaten Sumenep Kepulauan”, maka identitas tersebut, menurutnya, harus memiliki konsekuensi terhadap cara pemerintah menyusun kebijakan pembangunan.

Mulai dari perencanaan anggaran, pembangunan infrastruktur, konektivitas antarpulau, pelayanan kesehatan dan pendidikan hingga penguatan ekonomi masyarakat kepulauan.

“Jangan sampai namanya berubah, tetapi cara pandang terhadap wilayah kepulauan tetap sama. Kalau memang ingin memperkuat identitas kepulauan, maka kebijakannya juga harus semakin kuat,” tegasnya.

Sebagai anggota DPRD Sumenep dari Dapil 7 yang mencakup wilayah kepulauan, Hosnan menyatakan siap mengawal kepentingan masyarakat kepulauan melalui jalur politik dan kelembagaan.

Ia menilai perjuangan tersebut tidak boleh menjadi kepentingan satu kelompok maupun satu partai politik.

Sebaliknya, perubahan nomenklatur harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

“Ini bukan agenda satu orang atau satu partai. Kalau tujuannya untuk memperkuat masyarakat kepulauan, maka semua pihak harus bisa berjalan bersama,” katanya.

Hosnan juga mendorong agar usulan perubahan nomenklatur disiapkan dengan kajian yang matang, baik dari aspek geografis, historis, akademis maupun administratif.

Baca Juga :  Stand DKPP Sumenep Pukau Bupati dengan Ragam Komoditas Pertanian Lokal

Dengan demikian, ketika dibawa ke tingkat pemerintah pusat, usulan tersebut memiliki argumentasi yang kuat dan tidak mudah dipatahkan.

Hosnan berpandangan bahwa masyarakat kepulauan tidak membutuhkan sekadar perubahan sebutan wilayah. Yang lebih penting adalah perubahan nyata dalam pelayanan dan pembangunan.

Kepulauan, kata dia, harus dipandang sebagai bagian penting dari Sumenep yang memiliki potensi besar sekaligus membutuhkan perhatian khusus karena kondisi geografisnya.

“Yang kita perjuangkan bukan hanya bagaimana wilayah ini disebut, tetapi bagaimana masyarakatnya mendapatkan pelayanan yang lebih baik, konektivitas yang lebih kuat dan kesempatan pembangunan yang setara,” pungkasnya.

Dengan demikian, wacana Kabupaten Sumenep Kepulauan diharapkan tidak berhenti pada perubahan nomenklatur. Lebih dari itu, gagasan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengubah orientasi pembangunan, memperkuat konektivitas dan memastikan masyarakat kepulauan memperoleh perhatian yang lebih proporsional.

Bagi Hosnan, perubahan nama hanyalah awal. Perubahan sesungguhnya harus terlihat dari bagaimana pemerintah hadir dan bekerja untuk masyarakat kepulauan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru