SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sektor ketenagakerjaan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan persaingan dunia kerja.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan peningkatan kualitas tenaga kerja harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang perlu terus diperkuat adalah memperbanyak pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Program di berbagai sektor, utamanya peningkatan kualitas kerja terus kita maksimalkan,” ujar Arif, Rabu (30/9/2026) lalu.
Arif menegaskan, pembangunan sektor ketenagakerjaan tidak cukup hanya dengan membuka kesempatan kerja. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang relevan agar mampu bersaing sekaligus menangkap peluang ekonomi yang terus berkembang.
Karena itu, pengembangan kompetensi menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Pemkab Sumenep juga mendorong penguatan kewirausahaan sebagai alternatif untuk membuka ruang kemandirian ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting, terutama di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dorongan itu secara khusus diarahkan kepada generasi muda. Mereka diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membaca potensi di lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi peluang usaha.
“Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.
Menurut Arif, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah. Keterampilan yang memadai, wawasan yang luas, serta kemampuan berwirausaha akan menjadi modal penting bagi mereka dalam menghadapi perubahan dan persaingan dunia kerja.
Dengan demikian, peningkatan kualitas SDM tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Arif menambahkan, Bappeda Sumenep akan terus mengawal agar kebijakan pembangunan di bidang ketenagakerjaan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha.
Sinergi antara peningkatan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta kebutuhan sektor usaha diharapkan mampu memperkuat daya saing SDM Sumenep sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Yang kita dorong adalah bagaimana masyarakat memiliki kompetensi, mampu menangkap peluang, dan pada akhirnya bisa mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















