SUMENEP, nusainsider.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, sebagai lokasi puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan program Sapa Bansos, pelayanan publik, serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.
Pemilihan Pantai Slopeng bukan tanpa alasan. Khofifah menilai kawasan pesisir di ujung timur Pulau Madura itu memiliki potensi besar untuk memperkenalkan kekayaan maritim Jawa Timur sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Kawan-kawan sesungguhnya, puncak hari jadi itu ya di sini. Kemarin kita upacaranya di Grahadi, dan siang KRI Makasar 590 melayari dari Surabaya ke Slopeng. Juga melakukan diskusi tentang gerbang baru Nusantara,” kata Khofifah di sela-sela kegiatan.
Ia mengaku memiliki pengalaman tersendiri dengan Pantai Slopeng karena pernah mengikuti kegiatan Angkatan Laut di kawasan tersebut. Pengalaman itu membuatnya terkesan dengan keindahan pantai yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Sumenep.
“Saya pernah mengikuti kegiatan Angkatan Laut di sini. Dan itu, menurut saya indah sekali,” ujarnya.
Menurut Khofifah, peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Pantai Slopeng menjadi momentum untuk mengenalkan potensi kemaritiman kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Selain mempromosikan keindahan alam, pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi nelayan melalui bantuan alat tangkap.
“Jadi basis kemaritimannya dapat, dan nanti juga kita akan memberikan alat tangkap untuk para nelayan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap kekayaan alam Indonesia, khususnya potensi pesisir dan kemaritiman di Sumenep.
“Dan mengenalkan kepada anak-anak semua indahnya Indonesia, indahnya Pantai Slopeng, indahnya Sumenep, indahnya negara maritim. Saya rasa banyak nilai tambah,” tuturnya.
Hadirkan Pelayanan Publik dan Bantuan untuk Masyarakat
Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Sumenep juga menjadi momentum untuk mendekatkan berbagai layanan pemerintah kepada masyarakat. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur berkoordinasi dengan OPD Pemkab Sumenep untuk menghadirkan program bantuan dan pelayanan lintas sektor.
Program yang disiapkan mencakup pemberdayaan ekonomi, bantuan pertanian, layanan kesehatan gratis, pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga bantuan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk penyandang disabilitas berat dan lanjut usia.
Pemerintah juga menjadwalkan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) di dua lokasi serta penyaluran bantuan air bersih.
Selain itu, rangkaian kegiatan meliputi peninjauan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pasar murah, layanan literasi, dukungan psikososial, serta penyediaan ruang bermain anak.
Agenda dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa dan pelaksanaan program SIKAP di SMAN 2 Sumenep. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan.
Siapkan Beasiswa Afirmasi Rp50 Miliar
Di sektor pendidikan, Pemprov Jawa Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk program beasiswa afirmasi bagi 50 ribu pelajar jenjang SMP, SMA, dan SMK di seluruh Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjangkau pelajar di berbagai daerah di Jawa Timur, bukan hanya Kabupaten Sumenep.
“Kita menyiapkan anggaran Rp50 miliar untuk 50 ribu anak-anak SMA, SMK dan SMP. Tapi itu se-Jawa Timur, 50 ribu,” jelasnya.
Program beasiswa afirmasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap akses pendidikan bagi pelajar yang membutuhkan.
Layanan Kesehatan Gratis hingga Pemberdayaan UMKM
Pada sektor kesehatan, masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan tersebut didukung Komando Daerah TNI Angkatan Laut V (Kodaeral V) dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), yang turut berkontribusi melalui tenaga medis dan layanan pemeriksaan.
Sementara itu, pelibatan pelaku UMKM setempat menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran para pedagang dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang transaksi sekaligus memperluas promosi produk lokal.
Pemprov Jawa Timur bersama Pemkab Sumenep juga melaksanakan penyerahan bantuan aspal sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan daerah. Bantuan tersebut melengkapi berbagai program sosial, ekonomi, dan pelayanan publik yang dihadirkan dalam rangkaian peringatan hari jadi provinsi.
Khofifah berharap berbagai bantuan dan layanan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari meringankan beban kebutuhan sehari-hari hingga mendukung peningkatan kualitas hidup melalui sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, dan ekonomi.
“Mudah-mudahan manfaat, barokah,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















