SURABAYA, nusainsider.com — Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, Provinsi Jawa Timur justru mencatatkan kinerja investasi yang menggembirakan.
Peningkatan ini tidak hanya melampaui target yang ditetapkan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lia Istifhama, menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kekuatan ekonomi daerah sekaligus kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, lonjakan investasi di Jawa Timur berhasil menyerap sekitar 347 ribu tenaga kerja. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa geliat ekonomi di wilayah tersebut tetap stabil, bahkan di tengah ketidakpastian global.
“Alhamdulillah dengan kenaikan investasi yang melebihi target dan penyerapan kurang lebih 347.000 tenaga kerja, ini merupakan kabar baik. Jawa Timur mampu menunjukkan diri sebagai bagian penting dalam perdagangan global,” ujar Lia Istifhama, Kamis (19/03/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan mampu menarik kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menariknya, peningkatan investasi ini terjadi bertepatan dengan momentum Ramadan hingga Idul Fitri. Ning Lia menyebut suasana penuh berkah ini turut memberikan energi positif bagi pertumbuhan ekonomi.
“Momentum Ramadan dan Syawal ini semoga membawa berkah, termasuk dalam menurunkan angka pengangguran dan menciptakan investasi yang sehat,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi semata, tetapi juga memperkuat optimisme masyarakat terhadap masa depan.
Kreativitas dan kecerdasan masyarakat Jawa Timur disebut menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Di tengah geopolitik yang menghangat, Jawa Timur tetap cerdas dan adaptif. Insyaallah, kekuatan ini akan menopang ekonomi global Indonesia,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Jawa Timur dinilai semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus pintu masuk perdagangan internasional.
Ke depan, Ning Lia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dengan fokus pada investasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, peningkatan investasi diharapkan mampu terus membuka lapangan kerja baru serta menekan angka pengangguran.
Momentum Lebaran yang sarat makna kebersamaan pun diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
![]()
Penulis : Wafa
















