PC Kopri PMII Jember Sebut Pemerintah Tidak Serius Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Senin, 30 Desember 2024 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, nusainsider.com Pengurus cabang Korps pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC Kopri PMII) kabupaten Jember Dorong Terwujudnya Kabupaten Jember Layak Anak (KLA) dan Meminta Pemerintah Segera Lakukan Evaluasi dan Monitoring PERDA.

Ironis, menuju pergantian tahun, evaluasi dan monitoring terhadap penerapan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2024 belum dilaksanakan. Padahal sebagaimana amanat PermenPPPA No. 12 tahun 2022 pasal 32.ayat (1) BAB V tentang Penyelenggaraan Kabupaten/kota Layak Anak menyebutkan bahwa Bupati atau Walikota melakukan evaluasi KLA secara berkala setiap tahun ditingkat Kabupaten/ Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.” Pungkasnya, Isna Ketua PC Kopri PMII Jember melalui keterangan rilisnya kepada media nusainsider.com, Senin 30 Desember 2024.

Sebelumnya, pada Jumat (20/09/24) lalu, PC KOPRI Jember telah melakukan Audiensi dengan pemerintah Daerah Kabupaten Jember (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/ DPRD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertempat di gedung DPRD Kabupaten Jember dalam rangka membahas terakit Penerapan Perda Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Jember dalam kurun waktu satu tahun.

Pada Audiensi tersebut, PC KOPRI Jember menyampaikan hasil kajian dan riset sederhananya, dimana masih terdapat beberapa poin dalam indikator PERDA KLA yang belum di capai secara maksimal.

Baca Juga :  Aktivis Gempar Sebut Dana Desa di Kabupaten Sumenep Fantastis Bahkan Dinilai Mistis

Angka pernikahan dini, stunting, kekerasan terhadap anak, dan angka putus Sekolah di Kabupaten Jember masih sangat tinggi. Hal ini kemudian tidak selaras dengan predikat Kabupaten Layak Anak Nindya yang di peroleh Oleh Kabupaten Jember.

“Maka kami merasa evaluasi dan monitoring itu penting untuk mengukur target dan capaian langkah berikut dengan  hambatan dan kendala dalam mewujudkan kabupaten Layak anak kedepannya. Sayangnya hingga kini evaluasi dan monitoring itu belum kunjung dilaksanakan,” sebut Isna selaku Ketua PC Kopri Jember ditemui di sekertariat PC PMII Jember pada Senin (30/12/2024).

Permohonan Evaluasi yang disepakati tersebut, sesuai dengan Pasal 32 Ayat (1) BAB V permenPPPA no. 12 tahun 2022 tentang penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak yang menyebutkan bahwa Bupati atau walikota melakukan evaluasi KLA secara berkala setiap tahun ditingkat Kabupaten atau Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.

Evaluasi tersebut ditujukan untuk mengukur capaian target penyelenggara KLA berdasarkan RAD KLA yang telah ditetapkan dan melakukan identifikasi kendala dan hambatan dalam penyelenggaraan KLA serta mengambil langkah untuk mengatasi kendala dan hambatan tersebut.

“Namun, hingga Release ini di terbitkan, belum ada laporan tekait pelaksanaan Evaluasi dan Monitoring Penerapan PERDA KLA yang dilakukan oleh Pemeritah Daerah Kabupaten Jember”, Jelasnya

Sementara itu, Maharani, Ketua I PC Kopri PMII Jember menyebutkan bahwa Menjelang Akhir tahun 2024 ini, tanpa adanya Evaluasi yang dilakukan seolah menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak serius dalam melakukan upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

Berdasarkan beberapa hal tersebut, pc kopri jember melalui Releasenya meminta kepada pemerintah daerah, baik Bupati , Wakil Bupati, DPRD serta OPD terkait untuk melakukan evaluasi dan monitoring terhadap penerapan perda kabupaten layak anak (KLA) Jember demi terpenuhinya hak seluruh anak di Kabupaten jember.

“Semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Jember dapat sesegera mungkin melakukan evaluasi dan monitoring guna untuk mengukur capaian target penyelenggaraan KLA dan melakukan identifikasi terhadap kendala dan hambatan penyelenggaraan KLA serta menyusun langkah strategis kedepannya”, Singkatnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama
Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan
Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur
DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa
CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold
Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta
Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat
Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:47 WIB

Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:06 WIB

Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:53 WIB

DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:03 WIB

CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold

Senin, 1 Juni 2026 - 15:06 WIB

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Senin, 1 Juni 2026 - 10:17 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, BKPSDM Sumenep Serukan Penguatan Karakter ASN

Berita Terbaru