Janji Untung 70 Persen dalam 40 Hari: Jejak Dugaan Penipuan di Sumenep Diduga Libatkan Oknum Kiai

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Dugaan penipuan berkedok investasi kembali mencuat di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya. Sejumlah korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta bahkan hingga miliar rupiah dari skema investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Saat ini, para korban masih menghimpun berbagai bukti untuk dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian.

Modus yang digunakan dalam dugaan penipuan tersebut umumnya menawarkan keuntungan fantastis, yakni 50 hingga 70 persen dari modal dalam kurun waktu sekitar 40 hari.

Skema investasi yang ditawarkan beragam, mulai dari trading forex, robot trading ilegal, hingga bentuk investasi bodong lainnya.

Berdasarkan penelusuran awal, praktik tersebut diduga telah berlangsung sejak tahun 2021 hingga 2022. Dugaan penipuan ini disebut-sebut melibatkan oknum kiai dari salah satu pondok pesantren besar di Kabupaten Sumenep, dengan jaringan yang melibatkan alumni santri, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.

Baca Juga :  Wujudkan Polri Presisi, Kapolres Sumenep Lakukan Tes Urine Mendadak Personel Reskrim

Kasus terbaru yang mencuat ke publik diduga dilakukan oleh seorang alumni pesantren asal Kepulauan Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep.

Alumni tersebut hingga kini diketahui masih memiliki keterkaitan hukum dan relasi dengan pihak-pihak penting, termasuk dugaan hubungan dengan menantu salah satu kiai di pondok pesantren ternama di Sumenep tersebut.

Berdasarkan dugaan yang berkembang, terdapat sejumlah potensi pelanggaran hukum yang dapat dikenakan, di antaranya Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru.

Baca Juga :  Komitmen Dorong PHBS, Puskesmas Batang-batang Sumenep Gandeng Pondok Pesantren

Salah satu korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah mentransfer dana ratusan juta rupiah kepada salah satu alumni di wilayah kepulauan. Namun hingga kini, tidak ada i’tikad baik untuk mengembalikan modal tersebut padahal sudah hampir lebih 3 (tiga) Tahun.

“Alumni yang menerima dana selalu berjanji, bahkan terakhir Saat dikunjungi ke rumahnya justru terkesan lepas tanggung jawab dan meminta saya (red. Korban) menghubungi oknum menantu kiai di salah satu pesantren ternama di Sumenep,” ungkap korban kepada media ini, Jumat (26/12/2025).

Korban menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal oknum menantu kiai yang dimaksud, terlebih dana yang ditransfer tidak pernah dikirimkan kepada pihak tersebut, melainkan kepada alumni yang diduga menjadi perpanjangan tangan dari oknum kiai.

Baca Juga :  Diamankan Warga, Terduga Pencurian dan Pelecehan Difasilitasi Polsek Lenteng

Menurutnya, kasus ini perlu mendapatkan perhatian serius dengan dibentuknya mekanisme pelaporan khusus di kepolisian.

Pasalnya, korban yang diduga tertipu tidak hanya satu atau dua orang, melainkan jumlahnya disebut cukup banyak dan meluas di tengah masyarakat Sumenep.

“Jika hal ini terus dibiarkan, maka nama pesantren dan nama baik kiai akan terus dijadikan alat untuk membangun kepercayaan dalam melakukan praktik dugaan penipuan semacam ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pewarta masih belum mendapatkan akses untuk melakukan konfirmasi langsung kepada oknum kiai maupun oknum menantu kiai dari salah satu pondok pesantren ternama di Kabupaten Sumenep yang disebut dalam dugaan tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru