SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara resmi meluncurkan Kalender Event Sumenep 2026 di area timur Alun-Alun Taman Adipura pada Jumat malam, 24 Oktober 2025.
Sebanyak 110 event unggulan resmi diumumkan dalam kegiatan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperluas promosi wisata Kabupaten Sumenep, khususnya wilayah ujung timur Pulau Madura agar semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.

Suasana malam peluncuran berlangsung semarak. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan langsung momentum peluncuran tersebut yang dikemas dalam suasana budaya khas Sumenep.
Menambah kemeriahan, tampil grup musik tong-tong legendaris asal Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, yakni Mega Remmeng atau dikenal juga dengan julukan “Arya Kuda Panoleh”. Grup ini menjadi daya tarik utama malam itu, setelah sekian lama vakum dari dunia seni musik tong-tong sejak tahun 2013.
Kembalinya Mega Remmeng di panggung besar disambut antusias masyarakat. Grup legendaris ini memang sempat mencuri perhatian publik beberapa waktu lalu saat tampil memukau dalam Festival Musik Tong-tong se-Madura dengan dekorasi megah dan ikon kuda raksasa yang disebut terbesar sepanjang sejarah musik tong-tong di Sumenep.
Salah satu penonton yang enggan menyebutkan namanya mengaku bangga bisa menyaksikan langsung peluncuran kalender event sekaligus pertunjukan grup Mega Remmeng.
“Saya suka sekali dengan dekorasi dan aransemen Mega Remmeng yang khas dan berbeda dari yang lain. Itu yang bikin saya candu dan selalu menunggu penampilan mereka,” ujarnya kepada nusainsider.com dengan wajah penuh antusias.

Ia menilai, kehadiran Mega Remmeng patut mendapat apresiasi tinggi karena tidak hanya menampilkan kesenian daerah, tetapi juga mengangkat kembali sejarah dan kebanggaan masyarakat Sumenep melalui desain dekoratif yang sarat makna.
“Sekarang kan Mega Remmeng sering FYP di TikTok, Mas. Jadi pemerintah sebaiknya terus memfasilitasi mereka agar bisa tampil di setiap event besar. Masyarakat pasti lebih semangat datang kalau ada mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Lukman, selaku Event Organizer (EO) kegiatan tersebut, mengatakan bahwa pelaksanaan launching ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi Pemkab Sumenep untuk memperkuat branding pariwisata daerah.
“Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen Pemkab Sumenep dalam memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif lokal melalui rangkaian event sepanjang tahun 2026. Kami ingin masyarakat ikut menjadi bagian dari geliat ekonomi dan budaya daerah sendiri,” jelasnya.
Lukman sapaan akrabnya menambahkan, kehadiran grup Baladewa dan Grup legendaris seperti Mega Remmeng juga menjadi simbol kebangkitan seni tradisi Madura yang selama ini sempat tenggelam oleh perkembangan hiburan modern.
“Kami berharap, melalui penampilan kolaborasi mereka, generasi muda bisa kembali mencintai kesenian lokal. Mega Remmeng adalah identitas, warisan, dan kebanggaan Sumenep yang perlu dijaga,” tuturnya.
Acara peluncuran Kalender Event Sumenep 2026 juga dirangkaikan dengan Anugerah Inovasi Daerah, sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan gagasan baru dari berbagai kalangan dalam mendukung pembangunan daerah.
Hingga akhir acara, suasana di Alun-Alun Timur Sumenep masih dipenuhi riuh tepuk tangan penonton yang enggan beranjak, menikmati malam penuh warna budaya dan kebanggaan lokal.
Dengan diluncurkannya 110 event tersebut, Pemkab Sumenep optimistis tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Madura bagian timur dengan semangat “Sumenep Hebat, Berbudaya, dan Mendunia.”
![]()
Penulis : Wafa

















