SUMENEP, nusainsider.com — Sanggar Seni KOKAR Bali turut memeriahkan gelaran Karisma Event Nusantara (KEN) Festival Musik Tong-Tong 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kehadiran kelompok seni asal Pulau Dewata tersebut menghadirkan nuansa budaya berbeda melalui penampilan tari Baleganjur khas Bali pada pembukaan acara.
Penampilan itu menjadi salah satu daya tarik dalam festival yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Nusantara. Perpaduan kesenian Bali dengan tradisi musik tong-tong khas Madura sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat bertemu dan berpadu dalam satu panggung pertunjukan.
Baleganjur merupakan kesenian tradisional Bali yang identik dengan permainan alat musik perkusi bernada kuat dan dinamis. Kesenian ini umumnya dimainkan secara berkelompok sambil berjalan untuk mengiringi berbagai prosesi adat dan keagamaan.
Orkestra tradisional tersebut melibatkan beragam instrumen perkusi yang menghasilkan karakter suara berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun irama yang khas. Pertunjukan Baleganjur tidak hanya menampilkan keindahan musikal, tetapi juga merepresentasikan kekayaan tradisi masyarakat Bali.
Dalam kebudayaan Bali, seni dan tradisi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai filosofis kehidupan, termasuk konsep karma phala, yang mengajarkan hubungan antara setiap perbuatan dan akibatnya.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan kebanggaannya atas keikutsertaan Sanggar Seni KOKAR Bali dalam memeriahkan pembukaan KEN Festival Musik Tong-Tong 2026.
Menurutnya, kehadiran kelompok kesenian dari Bali menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Partisipasi tersebut juga mempertegas bahwa festival musik tong-tong tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni lokal, tetapi juga wadah pertemuan dan pertukaran budaya antardaerah.
Cak Fauzi mengapresiasi kesediaan Sanggar Seni KOKAR Bali untuk hadir dan memperkenalkan kesenian khas daerahnya kepada masyarakat Sumenep.

Ia berharap keterlibatan kelompok seni dari berbagai daerah dapat memperkuat semangat kebersamaan, memperluas apresiasi masyarakat terhadap keragaman budaya, serta mendorong pelestarian seni tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Keberagaman seni tradisional merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat mengenal berbagai kesenian daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” ujar Cak Fauzi.
Ia menambahkan, partisipasi kelompok seni dari berbagai daerah diharapkan dapat menginspirasi pelaku seni lainnya untuk terus berkarya dan terlibat dalam kegiatan kebudayaan.
“Kami berharap keikutsertaan KOKAR Bali dapat menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok seni lainnya untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan. Dengan begitu, festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat keberagaman dan memperkuat identitas budaya bangsa,” tambahnya.
Melalui gelaran KEN Festival Musik Tong-Tong 2026, Kabupaten Sumenep diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan kreativitas seni dan budaya di Madura.
Kehadiran KOKAR Bali menjadi gambaran bahwa kekayaan tradisi daerah dapat saling melengkapi, memperluas wawasan masyarakat, serta mempererat hubungan budaya antardaerah di Indonesia.
![]()
Penulis : Wafa
















