KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Sanggar Seni KOKAR Bali turut memeriahkan gelaran Karisma Event Nusantara (KEN) Festival Musik Tong-Tong 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kehadiran kelompok seni asal Pulau Dewata tersebut menghadirkan nuansa budaya berbeda melalui penampilan tari Baleganjur khas Bali pada pembukaan acara.

Penampilan itu menjadi salah satu daya tarik dalam festival yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Nusantara. Perpaduan kesenian Bali dengan tradisi musik tong-tong khas Madura sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat bertemu dan berpadu dalam satu panggung pertunjukan.

Baleganjur merupakan kesenian tradisional Bali yang identik dengan permainan alat musik perkusi bernada kuat dan dinamis. Kesenian ini umumnya dimainkan secara berkelompok sambil berjalan untuk mengiringi berbagai prosesi adat dan keagamaan.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Achmad Fauzi Santuni Anak Yatim Sebelum Nyoblos Ke TPS

Orkestra tradisional tersebut melibatkan beragam instrumen perkusi yang menghasilkan karakter suara berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun irama yang khas. Pertunjukan Baleganjur tidak hanya menampilkan keindahan musikal, tetapi juga merepresentasikan kekayaan tradisi masyarakat Bali.

Dalam kebudayaan Bali, seni dan tradisi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai filosofis kehidupan, termasuk konsep karma phala, yang mengajarkan hubungan antara setiap perbuatan dan akibatnya.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan kebanggaannya atas keikutsertaan Sanggar Seni KOKAR Bali dalam memeriahkan pembukaan KEN Festival Musik Tong-Tong 2026.

Menurutnya, kehadiran kelompok kesenian dari Bali menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Sambut Kepulangan Jemaah Haji Sumenep, Doakan Raih Haji Mabrur dan Mubarak

Partisipasi tersebut juga mempertegas bahwa festival musik tong-tong tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni lokal, tetapi juga wadah pertemuan dan pertukaran budaya antardaerah.

Cak Fauzi mengapresiasi kesediaan Sanggar Seni KOKAR Bali untuk hadir dan memperkenalkan kesenian khas daerahnya kepada masyarakat Sumenep.

Foto. Anggota DPD RI Komite I Bidang Hukum dan Pertahanan, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E., M.Tr.U., M.Si bersama Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi wongsojudo,SH., MH disela-sela usai pertunjukan Kesenian Tari Balagenjar Khas Bali di Festival musik tong-tong 2026 karisma event nusantara (KEN) Sumenep.

Ia berharap keterlibatan kelompok seni dari berbagai daerah dapat memperkuat semangat kebersamaan, memperluas apresiasi masyarakat terhadap keragaman budaya, serta mendorong pelestarian seni tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.

“Keberagaman seni tradisional merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat mengenal berbagai kesenian daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” ujar Cak Fauzi.

Ia menambahkan, partisipasi kelompok seni dari berbagai daerah diharapkan dapat menginspirasi pelaku seni lainnya untuk terus berkarya dan terlibat dalam kegiatan kebudayaan.

“Kami berharap keikutsertaan KOKAR Bali dapat menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok seni lainnya untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan. Dengan begitu, festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat keberagaman dan memperkuat identitas budaya bangsa,” tambahnya.

Melalui gelaran KEN Festival Musik Tong-Tong 2026, Kabupaten Sumenep diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan kreativitas seni dan budaya di Madura.

Baca Juga :  Diduga Keracunan ; Keluarga Korban akan segera selesaikan Kasus kematian Adellia di Meja Hijau

Kehadiran KOKAR Bali menjadi gambaran bahwa kekayaan tradisi daerah dapat saling melengkapi, memperluas wawasan masyarakat, serta mempererat hubungan budaya antardaerah di Indonesia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Berita Terbaru