Topeng dan Filosofi Budaya Madura Warnai MEC 2025 di Sumenep

Sabtu, 20 September 2025 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pertunjukan Busana Topeng oleh Salahsatu Peserta Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 di Sumenep, Sabtu 20/9/2025 Malam.

Foto. Pertunjukan Busana Topeng oleh Salahsatu Peserta Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 di Sumenep, Sabtu 20/9/2025 Malam.

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sumenep kembali menjadi pusat perhatian melalui perhelatan budaya spektakuler, Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025, yang digagas oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS).

Acara ini digelar meriah pada Minggu (20/9/2025) malam, dengan rute dari depan Pendopo Agung Keraton Sumenep hingga ke sebelah barat Pintu Taman Adipura.

Pada gelaran tahun lalu, MEC 2024 mengusung tema “Keris” sebagai identitas yang melekat dengan sejarah dan budaya Sumenep. Tahun ini, KJS menghadirkan nuansa baru dengan mengangkat tema “Topeng” yang sarat makna filosofis dan nilai tradisi masyarakat Madura.

Ketua KJS Sumenep, Hariri, menuturkan bahwa topeng bukan sekadar bentuk seni pertunjukan, tetapi juga simbol budaya yang memiliki makna mendalam.

“Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menggali lebih dalam filosofi di balik setiap topeng yang ada di Madura,” ungkapnya kepada sejumlah media saat ditemui usai kegiatan.

MEC 2025 menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, parade fashion show, serta busana kreatif yang dihiasi dengan topeng khas Madura.

Baca Juga :  Berhasil Kembangkan Budaya Lokal, Ratusan Pegiat Seni Tari Sumenep Dukung Pasangan Faham di Pilkada 2024
Foto. Salahsatu peserta Budaya dalam Gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 di Sumenep. 

Setiap topeng yang dipamerkan bukan hanya karya seni visual, melainkan juga medium untuk menceritakan kisah-kisah rakyat, mitologi, hingga legenda yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Kemeriahan semakin terasa saat peserta menampilkan kreasi topeng dengan ragam warna dan karakter, menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Madura.

Perpaduan antara musik tradisional, tarian, dan visualisasi topeng menghadirkan suasana magis sekaligus edukatif bagi para penonton yang memadati jalan protokol kota Sumenep.

Baca Juga :  Warga Saur Saebus Tagih Janji, Eks Kades Diduga Ingkar Soal Uang PTSL

Hariri menegaskan bahwa gelaran ini juga menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan akar budaya mereka.

“Kami ingin festival ini menjadi wadah bagi generasi muda agar tidak melupakan jati diri budaya lokal. Lewat topeng, kita bisa memperkenalkan keindahan dan keragaman seni Madura ke tingkat nasional hingga dunia,” katanya.

Selain sebagai ajang hiburan, MEC 2025 juga membawa misi kebudayaan sekaligus pariwisata. Dengan menonjolkan simbol Topeng Madura, KJS berharap event tahunan ini mampu mendongkrak sektor wisata sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai pusat budaya di Madura.

Baca Juga :  Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung

Gelaran akbar ini pun menjadi bukti nyata komitmen KJS dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan tradisi Madura agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

MEC 2025 bukan hanya sebuah festival, tetapi juga perayaan identitas dan kebanggaan masyarakat Madura.

Pantauan Media ini, Tampak Lima Grup Musik Tong-tong asal Sumenep hingga DJ Maria Ikut menggiring para peserta diberbagai titik Finish hingga START.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Berita Terbaru