SUMENEP, nusainsider.com — Kabupaten Sampang, Madura, turut serta memeriahkan Madura Culture Festival (MCF) #3 dengan menampilkan kesenian khasnya, Tari Malate Sato’or.
Tarian ini menjadi daya tarik tersendiri karena menggambarkan kelembutan serta keramahan masyarakat Sampang.

Tari Malate Sato’or sendiri merupakan tari tradisional yang diciptakan pada tahun 2009. Sejak awal, tarian ini dipentaskan untuk menyambut tamu dan acara resmi, sehingga kerap juga disebut sebagai Tari Selamat Datang.
Nama Malate Sato’or bermakna setangkai bunga melati, simbol kesucian dan keramahan.
Biasanya, tarian ini dibawakan oleh enam penari perempuan dengan iringan gamelan khas Madura, yang membuat suasana semakin khidmat sekaligus hangat.
Keunikan tarian ini tidak hanya terletak pada makna filosofisnya, tetapi juga pada pengakuan tingkat nasional.
Pada tahun 2019, Tari Malate Sato’or berhasil mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia ke-8.996. Kala itu, sebanyak 1.007 pelajar SD dan SMP di Kabupaten Sampang menarikan tarian ini secara massal.
Kehadiran penampilan Tari Malate Sato’or dalam MCF #3 di Kabupaten Sumenep pun mendapat apresiasi dari penonton.
Selain memperlihatkan kekayaan seni budaya lokal, tarian ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Sampang menjaga warisan sekaligus menciptakan inovasi budaya yang mampu menembus panggung nasional.
![]()
Penulis : Wafa

















