Madura Culture Festival Jadi Sorotan, Begini Bantahan Konflik Perputaran Keuangan

Kamis, 11 September 2025 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pintu Masuk MCF 2025 di GOR A Yani Sumenep

Foto. Pintu Masuk MCF 2025 di GOR A Yani Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Event Madura Culture Festival (MCF) 2025 yang berlangsung beberapa hari lalu menuai sorotan publik.

Namun, dari sorotan tersebut muncul klarifikasi mengejutkan dari salah satu pengusaha rokok (PR) asal Sumenep terkait pemberitaan yang menyebut keterlibatan mereka dalam pusaran konflik event MCF dan Madura Night Vaganza (MNV) 2025.

Seorang pengusaha rokok yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah terlibat sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan viral.

Informasi yang beredar menyebut adanya biaya partisipasi Rp3 juta per-perusahaan rokok, namun hal ini dibantah keras.

“Yang ikut kemarin hanya sebanyak 24 PR, dengan total partisipasi Rp40 juta. Kalau dikalkulasi per-PR berpartisipasi sebesar Rp 3Jt, seharusnya totalnya Rp72 juta bukan Rp 40Jt,”ungkapnya dengan nada bingung saat ditemui media ini, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, partisipasi yang diberikan pihaknya tidak bersifat cuma-cuma.

Baca Juga :  Perdalam Wawasan Energi, JSI Sumenep Tinjau Migas Corner ITS Surabaya

Menurutnya, kontribusi tersebut adalah bentuk dukungan kepada panitia yang sudah bekerja keras mempersiapkan jalannya festival, sekaligus bentuk Terimakasih kepada panitia karena telah membuka ruang bagi produk rokok lokal untuk dikenal lebih luas.

“Dengan adanya festival tersebut, produk kami bisa dikenal di berbagai kabupaten di Jawa Timur, khususnya wilayah Tapal Kuda. Jadi, kalau ada yang menyebutkan per-PR Rp3 juta, itu perlu diluruskan dan dikonfirmasi ke pihak yang bersangkutan. Yang jelas, PR saya tidak sebesar itu,” tegasnya.

Sebelumnya, MCF 2025 mendapat apresiasi besar karena berhasil mencatat perputaran uang dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga Rp1.457.954.600. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap festival budaya terbesar di Pulau Madura tersebut.

Baca Juga :  Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu membuktikan sektor budaya dan pariwisata mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan.

“UMKM kita hidup, masyarakat merasakan langsung dampaknya. Ini bukti nyata bahwa event budaya bisa menciptakan peluang ekonomi yang inklusif. Kami akan terus mendorong agar festival semacam ini berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (3/9/2025) lalu. 

Lebih lanjut, Iksan menegaskan bahwa MCF 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Madura, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Peduli Semua Kalangan, Nelayan Pasongsongan Deklarasikan Dukung Fauzi- Kiai Imam Hasyim

Ribuan pelaku UMKM terlibat dalam menjajakan produk mereka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga layanan jasa seperti parkir dan penginapan.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan festival tersebut.

“Kesuksesan ini adalah hasil kerja bersama, mulai dari komunitas seni, pelaku UMKM, hingga masyarakat. Kami berharap dampaknya tidak berhenti pada saat festival saja, tetapi juga berlanjut setelahnya,” tutup Iksan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Kolaborasi hingga Aksi Sosial, Dodik Ariyanto Bawa Paguyuban Sinar Mas Jatim ke Babak Baru
Kebahagiaan Pernikahan Dibagi, Bambang Budianto Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah untuk Tamu
Babak Baru Regulasi Sumenep: 8 Raperda Diteruskan, 1 Raperda BPRS Dihentikan
MES Jatim Dipimpin Lagi Emil Dardak, Ning Lia: UMKM, Pesantren dan Pemuda Harus Punya Ruang Tumbuh
Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas
IPK Sempurna 4,00! Dr. Sri Roekminiati Jadi Wisudawan Doktor Ilmu Administrasi Universitas Jember
2.190 PMR Surabaya Dikobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri: Merdeka Harus Punya Nilai Kemanusiaan
SMSI Sumenep Edukasi Guru soal Jurnalistik, Literasi Media dan Bahaya Wartawan Gadungan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:46 WIB

Dari Kolaborasi hingga Aksi Sosial, Dodik Ariyanto Bawa Paguyuban Sinar Mas Jatim ke Babak Baru

Selasa, 29 September 2026 - 07:29 WIB

Kebahagiaan Pernikahan Dibagi, Bambang Budianto Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah untuk Tamu

Selasa, 29 September 2026 - 02:53 WIB

Babak Baru Regulasi Sumenep: 8 Raperda Diteruskan, 1 Raperda BPRS Dihentikan

Minggu, 27 September 2026 - 16:51 WIB

MES Jatim Dipimpin Lagi Emil Dardak, Ning Lia: UMKM, Pesantren dan Pemuda Harus Punya Ruang Tumbuh

Minggu, 27 September 2026 - 15:23 WIB

Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:47 WIB

2.190 PMR Surabaya Dikobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri: Merdeka Harus Punya Nilai Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:57 WIB

SMSI Sumenep Edukasi Guru soal Jurnalistik, Literasi Media dan Bahaya Wartawan Gadungan

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53 WIB

Dua Penghargaan Asia untuk Bang Ali, Dedikasi Sosial BASHRA BIP Tuai Apresiasi

Berita Terbaru