Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Syamsul Bahri.

Foto. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Syamsul Bahri.

SUMENEP, nusainsider.com — Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan Kepulauan Sapeken, Syamsul Bahri, meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama distributor pupuk segera mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi ke wilayah kepulauan.

Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu, terutama saat memasuki musim tanam.

Permintaan itu disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari petani di pulau-pulau kecil yang mengaku kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

Keterlambatan distribusi disebut berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman pangan, khususnya padi dan jagung.

“Kami mendapat banyak laporan dari petani. Pupuk sering datang terlambat. Kapal angkut terbatas, cuaca buruk selalu menjadi alasan. Padahal petani tidak bisa menunggu. Kalau terlambat, musim tanam lewat dan berpotensi gagal panen,” ujar Syamsul Bahri, Minggu (12/7/2026).

Politisi PKS tersebut menilai persoalan distribusi pupuk ke wilayah kepulauan membutuhkan penanganan khusus karena memiliki tantangan geografis yang berbeda dengan wilayah daratan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Menurutnya, terdapat tiga langkah yang harus segera dilakukan. Pertama, mempercepat jalur distribusi dengan menambah armada kapal khusus pengangkut pupuk menuju pulau-pulau saat musim tanam.

Kedua, memperbarui data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara berkala agar pupuk bersubsidi benar-benar diterima petani aktif serta mencegah penyimpangan distribusi ke luar wilayah.

Ketiga, pemerintah perlu menyiapkan gudang atau stok penyangga pupuk di wilayah kepulauan. Dengan demikian, ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi menghambat pelayaran, petani tetap memiliki cadangan pupuk untuk memenuhi kebutuhan tanam.

“Dengan adanya stok penyangga di pulau, petani tidak lagi khawatir ketika kapal pengangkut tidak bisa berlayar akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kabupaten Sumenep berencana memanggil Dinas Pertanian, pihak distributor pupuk, serta perwakilan kelompok tani untuk menyusun skema distribusi khusus bagi wilayah kepulauan. Skema tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran penyaluran pupuk pada musim tanam 2026/2027.

“Petani pulau memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Jangan sampai mereka kalah sebelum menanam hanya karena pupuk datang terlambat,” tegas Syamsul Bahri.

Kepedulian Syamsul Bahri terhadap persoalan petani Kepulauan Sapeken mendapat apresiasi dari kalangan petani. Mereka berharap upaya DPRD mampu mendorong pemerintah menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang selama ini dihadapi.

Baca Juga :  Cegah Balap Liar, Kasat Lantas Polres Sumenep Pimpin Patroli

Salah seorang petani asal Desa Saebus, Herlianto, mengaku kebutuhan pupuk bersubsidi di wilayahnya masih jauh dari mencukupi.

“Kami memang sangat berharap agar kebutuhan pupuk bisa terpenuhi,” ujarnya.

Herlianto menjelaskan, pupuk yang tersedia saat ini hanya cukup digunakan untuk budidaya jagung dan padi dalam satu musim tanam. Padahal, wilayah Sapeken memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

“Sebetulnya banyak potensi pertanian seperti cabai, tomat, hingga semangka yang bisa dikembangkan. Namun pupuk yang kami tebus tidak cukup, sehingga potensi tersebut belum bisa berkembang secara maksimal,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan
Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota
119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya
Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura
Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola
SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:25 WIB

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:26 WIB

119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Berita Terbaru