Lapangan Giling Bergemuruh, Kerapan Sapi Jadi Pesta Budaya Rakyat Madura

Minggu, 14 September 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Salahsatu peserta Karapan Sapi kabupaten Sumenep 2025 saat menghentikan laju Sapi di garis Finish.

Foto. Salahsatu peserta Karapan Sapi kabupaten Sumenep 2025 saat menghentikan laju Sapi di garis Finish.

SUMENEP, nusainsider.com — Ribuan penonton memadati Lapangan Giling, Kabupaten Sumenep, Minggu (14/9/2025), untuk menyaksikan ajang bergengsi Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten 2025.

Sebanyak 48 pasang sapi kerap pilihan dari berbagai kecamatan tampil memeriahkan lomba budaya khas Madura tersebut.

Sejak pagi, masyarakat sudah berbondong-bondong mendatangi arena. Antusiasme begitu terasa, sorak-sorai penonton menggema setiap kali pasangan sapi melesat di lintasan.

Suasana semakin semarak dengan iringan musik saronen, alat musik tradisional Madura yang menjadi ciri khas kerapan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan kerapan sapi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan juga warisan budaya yang telah mengakar kuat di Madura.

“Kerapan sapi adalah identitas kita. Dengan event ini, kita jaga tradisi sekaligus menarik wisatawan,” ujarnya.

Pertandingan berlangsung sengit. Setiap pasangan sapi tampil dengan kecepatan terbaik, memicu tepuk tangan dan teriakan dukungan dari para penonton. Nuansa meriah pesta rakyat tahunan ini kembali menghadirkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

Baca Juga :  Langkah Bustanul Arifin Perjuangkan Guru Ngaji di Sumenep Direspon Positif Tokoh Kyai, Begini

Iksan juga menekankan bahwa ajang kerapan memberi manfaat lebih luas bagi warga.

“Selain melestarikan budaya, event ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Pedagang kecil hingga pelaku UMKM merasakan dampak positif dari keramaian penonton,” tambahnya.

Adapun peserta terbagi dalam tiga pool dengan nama-nama unik dan penuh karakter:

  • Pool A: Ancaman Marino, Gajah Mada, Meteorku, Lombok Balap, Kereta Malam, Angin Timur, Bongkar 86, Prabu Siliwangi, DRT Speed, Super Leader, Jagal Reborn, Potre Koneng, Topeng Hitam, Bola Api Neraka, Bintang Komala, Joker.
  • Pool B: Kalajengking, Kembang Api Jek, Komando, Milka, Mega Remmeng, Turis Bali, Kapten Zeus, Potre Koneng, Pelor Pamungkas, Briduh Jr., Bola Maut, Takbir Sakti, Pok Kopok, Jokotole, Ngampong Lebet, Kotap Nampeleng.
  • Pool C: Takbir Sakti, Bar Bar Oke, Anak Sultan, Bunto’ Apoy, Lap Alap, Joker, Selebritis, Laba-Laba, Anak Ajaib, Pokemon, Jungjung Derajat, Kembang Api, Rudal Angkasa, Joko Melleng, Prabu Siliwangi, Berekay Briduh.
Baca Juga :  Brilian! Upaya Menjaga Kualitas Bawang Merah, DKPP Sumenep Segera Lakukan Pendaftaran SIG

Ditempat yang sama, Ketua Pakar Sakera, Candra Wijaya, menegaskan bahwa kerapan sapi merupakan tradisi yang harus dijaga dan diwariskan.

“Kerapan sapi bukan hanya adu cepat, tapi simbol kebanggaan masyarakat Madura. Lewat tradisi ini kita merawat warisan budaya leluhur sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, Candra menilai kerapan sapi juga menjadi ajang kreativitas para pemilik sapi.

“Inilah yang membuat kerapan sapi selalu ditunggu masyarakat setiap tahun. Kami berharap Karapan Sapi Sumenep 2025 ini bukan hanya jadi tontonan, melainkan juga ruang silaturahmi, penguat budaya, dan kebanggaan bersama,” jelasnya.

Dengan semarak penonton, suguhan musik tradisional, hingga nama-nama peserta yang unik, Kerapan Sapi Sumenep 2025 kembali menunjukkan eksistensinya sebagai ikon budaya Madura sekaligus pesta rakyat yang dinanti setiap tahunnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut
Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD
Blunder! Disbudporapar dan FKPPI Didesak Klarifikasi kejanggalan pelaksanaan KEN 2026 di Sumenep
Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026
Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi
Gemuruh Tongtong Kembali Kuasai Sumenep, 27 Grup Se-Madura Tampil Spektakuler
Di Forum Maulid Nabi Ansor Talango, Rasidi Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Pemberdayaan Pemuda
Meriahkan HUT RI ke-81, Puskesmas Gayam Gelar Adu Inovasi dan Kebersihan Antar-Klaster

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 14:13 WIB

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 September 2026 - 13:43 WIB

Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD

Minggu, 6 September 2026 - 10:46 WIB

Blunder! Disbudporapar dan FKPPI Didesak Klarifikasi kejanggalan pelaksanaan KEN 2026 di Sumenep

Minggu, 6 September 2026 - 07:59 WIB

Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026

Minggu, 6 September 2026 - 06:16 WIB

Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Sabtu, 5 September 2026 - 21:05 WIB

Di Forum Maulid Nabi Ansor Talango, Rasidi Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Pemberdayaan Pemuda

Sabtu, 5 September 2026 - 20:39 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Puskesmas Gayam Gelar Adu Inovasi dan Kebersihan Antar-Klaster

Sabtu, 5 September 2026 - 20:10 WIB

Aransemen Baru “Gelleng Soko” Mega Remmeng Bikin Penonton Terpukau di Festival Tong-Tong 2026

Berita Terbaru

Foto. Grup Musik tong-tong Angin Ribut Tadi Malam, Sabtu 5 September 2026

Lifestyle

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:13 WIB