SUMENEP, nusainsider.com — SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Medco Energi Madura Offshore Pty. Ltd., dan Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun 2026, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut bertujuan menyelaraskan program-program PPM yang dijalankan Medco Energi Madura Offshore dengan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Sumenep.
Melalui proses sinkronisasi ini, seluruh program diharapkan dapat berjalan lebih efektif, menghindari tumpang tindih dengan kegiatan yang telah dianggarkan melalui APBD maupun APBN, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh komunikasi yang baik serta keselarasan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan masyarakat terletak pada komunikasi dan keselarasan. Melalui rapat sinkronisasi bersama Pemkab ini, kami ingin memastikan program PPM Tahun 2026 benar-benar tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mendukung visi pembangunan Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, mengapresiasi komitmen Medco Energi Madura Offshore dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara SKK Migas, perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan program pemberdayaan yang efektif dan berkelanjutan.
Ia berharap hasil sinkronisasi yang dilakukan dapat mempercepat pelaksanaan program sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Madjid, S.Sos., M.Si., menyambut baik pelaksanaan sinkronisasi program tersebut.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar program yang dijalankan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dan tidak terjadi duplikasi kegiatan.
“Kami berharap program yang telah disinkronkan bersama ini dapat segera direalisasikan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Sumenep,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, S.H., M.H.. Ia mengapresiasi kontribusi Medco Energi Madura Offshore yang selama ini aktif mendukung pembangunan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Dadang, Program PPM telah memberikan dampak positif, terutama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kapasitas kelompok masyarakat di desa-desa dampingan.
Ia juga menilai pendampingan yang dilakukan bersama LSM Bisma berhasil mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat dan memperkuat kelembagaan desa.
“Ke depan, kami berharap penguatan UMKM tetap menjadi salah satu fokus utama program karena sektor ini memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis masyarakat akan semakin mandiri dan produktif,” ungkap Dadang.
Melalui rapat koordinasi dan sinkronisasi ini, SKK Migas, Medco Energi Madura Offshore Pty. Ltd., dan Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Program PPM Tahun 2026.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat realisasi program, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















