Runtuh! DPRD Sumenep Ultimatum Kejati Jatim, Kasus BSPS Potensi Berkepanjangan

Kamis, 17 Juli 2025 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid.

Foto. Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid.

SUMENEP, nusainsider.com — Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, melontarkan desakan keras kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk menuntaskan pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep.

Dalam rilis resminya kepada redaksi nusainsider.com, politisi dari Fraksi PKB itu menegaskan pentingnya langkah tegas dari penyidik.

Ia meminta Kejati segera menangkap dan mengadili oknum di Dinas Perkimhub jika terbukti terlibat.

“Jika benar pengakuan Koordinator Kabupaten (Korkab) BSPS, Rizky Pratama, bahwa dana mengalir ke oknum wartawan, LSM, sejumlah kepala desa, hingga Kabid di OPD, maka ini sudah masuk kategori sistemik,” tegasnya Kamis 17 Juli 2025.

Cak Yasid sapaan akrabnya menekankan bahwa Dinas Perkimhub merupakan institusi utama dalam pelaksanaan program BSPS.

Oleh sebab itu, penyidik tidak boleh ragu mengusut dan menindak siapapun dari dinas tersebut jika terbukti menerima dana.

“Tidak boleh ada tebang pilih. Kalau benar Kabid Perkimhub menerima aliran dana sebagaimana disebutkan Korkab, ya harus ditangkap dan diadili. Jangan biarkan opini liar berkembang,” ujarnya menambahkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi III DPRD Sumenep telah menelusuri dugaan keterlibatan internal Dinas Perkimhub melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dalam forum itu, pihak dinas membantah semua tudingan.

Baca Juga :  Puluhan Warga Turun Jalan, PLN Sumenep Ditagih Tanggung Jawab Dugaan Tebang Pohon Milik Warga

Meski membantah, pihak Dinas Perkimhub kala itu menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum jika terbukti bersalah.

Namun, menurut Akhmadi, pengakuan Korkab BSPS di ruang publik sudah cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

“Kita minta ada kepastian hukum. Jangan biarkan publik kehilangan kepercayaan karena lambannya proses hukum. Jangan tunggu kasus ini membusuk,” kata Akhmadi dengan nada serius.

Ia menyatakan bahwa Komisi III DPRD telah menggelar rapat internal khusus membahas perkembangan terbaru kasus BSPS. Hasilnya, seluruh anggota komisi sepakat agar kasus ini dituntaskan hingga ke akar-akarnya.

“Kesimpulannya jelas: siapa pun yang terlibat harus diproses hukum. Tidak ada kompromi. Ini demi menjaga marwah lembaga dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegas Akhmadi Yasid.

Kasus BSPS Sumenep awalnya muncul sebagai polemik dalam penyaluran bantuan rumah bagi warga tidak mampu. Namun seiring berjalannya waktu, kasus ini berkembang menjadi skandal dugaan korupsi berjamaah.

Baca Juga :  Sosialisasi Empat Pilar: MPR dan MH Said Abdullah Perkuat Nasionalisme Pemuda

Nama-nama yang disebut terlibat dalam pusaran kasus tersebut bukan hanya aparat desa, tetapi juga sejumlah pihak eksternal seperti LSM dan wartawan, serta oknum di internal Dinas Perkimhub sendiri.

Pengakuan Rizky Pratama sebagai Korkab BSPS menjadi kunci dalam membuka tabir gelap skandal ini.

Ia mengklaim dana stimulan yang seharusnya untuk masyarakat miskin justru mengalir ke berbagai pihak secara ilegal.

Masyarakat pun mulai geram dan mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini. Terlebih, hingga kini belum ada pejabat tinggi yang secara resmi dijadikan tersangka oleh penyidik.

Kejati Jatim dinilai publik lamban dalam melakukan penindakan. Desakan pun semakin kuat dari berbagai kalangan, termasuk legislatif, agar kasus ini ditangani secara transparan dan tanpa intervensi.

Baca Juga :  Dua Penghargaan Asia untuk Bang Ali, Dedikasi Sosial BASHRA BIP Tuai Apresiasi

Akhmadi Yasid menutup pernyataannya dengan mengingatkan kembali bahwa lembaga legislatif tidak akan tinggal diam.

Komisi III DPRD akan terus mengawal dan mendorong agar skandal BSPS ini tidak berujung pada impunitas, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru