SUMENEP, nusainsider.com — Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ridlal Halim, Desa Jambuir, Kecamatan Gayam, jini tak lagi panik mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas.
Ruang belajar yang selama ini mulai lapuk dimakan usia akhirnya mendapat perhatian melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) HCML 2026.
Bantuan tersebut direalisasikan untuk merehabilitasi bangunan madrasah, terutama bagian ruang belajar yang kondisinya mulai membutuhkan perbaikan serius.
Atap dan sejumlah bagian bangunan yang telah lama digunakan menjadi salah satu titik yang paling membutuhkan penanganan.
Selama puluhan tahun, bangunan sederhana itu menjadi tempat anak-anak Desa Jambuir menimba ilmu dasar agama Islam. Di tengah keterbatasan fasilitas, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan demi memberikan pendidikan keagamaan kepada para siswa-siswi madrasah.
Kini, melalui dukungan PPM HCML 2026, yang di kelola oleh Pokmas Gajah Mada, bangunan tersebut perlahan mulai berubah.
Ruang belajar yang sebelumnya terlihat lapuk diharapkan dapat kembali menjadi tempat belajar yang lebih aman, nyaman dan layak bagi para santri.
Ketua Pokmas Gajah, Mahyur menyampaikan bahwa kehadiran program ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat desa.
“Rehabilitasi MDT Ridlal Halim bukan sekadar memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, program ini menyentuh kebutuhan dasar para santri yang setiap hari menggunakan ruang tersebut untuk belajar membaca Al-Qur’an, memahami dasar-dasar agama Islam dan membangun karakter sejak usia dini,” ujarnya, Rabu, 12/8/2026.
Bagi masyarakat Jambuir, kata dia, perbaikan madrasah menjadi kabar penting. Sebab, tempat yang selama ini sederhana dan mulai dimakan usia tersebut memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang memahami nilai-nilai agama.
Program PPM HCML 2026 pun menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh pendidikan keagamaan dan masa depan generasi desa.
“Adanya rehabilitasi ini, masyarakat berharap MDT Ridlal Halim tidak lagi dihantui kondisi bangunan yang lapuk, sehingga para santri dapat belajar dengan lebih tenang dan nyaman,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Yayasan Ridlal Halim, Muhammad Saleh, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada pihak HCML dan Kepala Desa Jambuir.
Menurutnya, alokasi bantuan dari PPM HCML 2026 ini menunjukan kepedulian terhadap madrasah yang menjadi pondasi utama belajar agama Islam.
“Setidaknya dengan bantuan ini, santri – santri nyaman belajar tanpa harus khawatir dengan kondisi bangunan,” ungkapnya.
Muhammad Saleh mengaku PPM HCML 2026 hadir bukan hanya membenahi atap madrasah, melainkan juga ikut menjaga ruang tumbuh generasi penerus penegak agama di Desa Jambuir.
“Kami sebagai pengurus yayasan sangat berterimakasih, karena lembaga kami menjadi sasaran bantuan rehabilitasi bangunan dari HCML,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















