PAMEKASAN, nusainsider.com — Rencana konser akbar penyambutan Ach. Valen Akbar, Juara II Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar, sempat menuai polemik di Kabupaten Pamekasan.
Agenda yang awalnya difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu mendapat penolakan dari sejumlah oknum setempat.
Penolakan tersebut bahkan disertai pernyataan yang mengharamkan alunan musik menggema di wilayah Pamekasan. Akibatnya, rencana konser yang semula dijadwalkan di Alun-alun Arek Lancor belum menemukan titik terang.
Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para penggemar Valen, atas situasi yang berkembang.
“Kami hanya bisa menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi. Sampai saat ini proses penyambutan Valen masih dinamis dan belum ada kepastian,” ujar Kholilurrahman saat ditemui wartawan.
Menurutnya, proses penyambutan Valen masih mengalami dinamika karena adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Namun demikian, Pemkab Pamekasan memastikan komunikasi antar pihak terus berjalan.
“Kami berharap perkembangan ini segera menemukan kejelasan,” ungkapnya.
Kholilurrahman juga menjelaskan bahwa pihak keluarga Valen memilih mundur dari perencanaan yang sebelumnya disusun oleh panitia bentukan Pemkab Pamekasan. Oleh karena itu, keluarga Valen memilih mencari sponsor secara mandiri.
“Pihak keluarga berencana menarik diri dari perencanaan panitia Pemkab dan memilih mencari sponsor sendiri untuk kelanjutan agenda penyambutan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kholilurrahman mengakui adanya tekanan dari sejumlah kelompok ulama sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, MUI disebut mengajukan sejumlah syarat jika konser tetap digelar.
Ia menilai perlu adanya ruang dialog agar semua kepentingan dapat diakomodasi secara bijak.
“Berbagai unsur di Pamekasan, mulai dari ulama, Forkopimda, hingga pesantren perlu duduk bersama. Harus ada sikap saling memberi ruang demi kepentingan bersama,” tegasnya.
Menurut Kholilurrahman, ulama, Forkopimda, dan pesantren sejatinya bisa berjalan beriringan. Setiap pihak, kata dia, perlu mundur satu langkah untuk memberi kesempatan pihak lain maju.
“Saya harus sowan ke beberapa ulama dan pesantren untuk menjelaskan bahwa kesenian ini juga menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, meski agenda yang difasilitasi Pemkab belum menemukan kepastian, konser Ach. Valen Akbar dipastikan tetap digelar secara mandiri. Konser akan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Kamis (1/1/2026) pukul 13.00 WIB.
Konser tersebut difasilitasi penuh oleh PT. Bawang Mas Grup. CEO PT. Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam atau H. Her, menegaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi kepulangan Valen sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta muda daerah.
“Karena Valen ini masih muda, talenta muda, dan telah mengharumkan nama Pamekasan, Madura, serta Jawa Timur,” ujar H. Her, Selasa (30/12/2025) malam.
H. Her menyampaikan bahwa setiap anak muda berbakat membutuhkan ruang, pengayoman, dan dukungan yang baik agar dapat terus berkembang.
“Valen pulang kampung dengan prestasi. Ia telah berjuang dan mengharumkan Madura,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap kepulangan Valen. Namun, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian acara tetap menjaga norma dan adat kesopanan.
“Ini semacam tasyakuran. Antusiasme masyarakat tidak boleh dipotong, tetapi tetap harus menjaga norma. Madura kental dengan budaya kesantrian,” paparnya.
Terpisah, Media Relations Bawang Mas Grup, Khairul Umam atau Irul, memastikan bahwa konser tersebut digelar langsung oleh internal perusahaan tanpa melibatkan Event Organizer (EO).
“Langsung Bawang Mas Grup yang menggelar, dan acara ini tidak ada tiket masuk. Gratis untuk masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















