Tanpa Grand Design, Wisata Sumenep Dinilai Jadi “Ladang Basah” Pemkab Sumenep

Sabtu, 4 April 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi dengan Bangunan Food court di wisata pantai Lombang Sumenep

Foto. Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi dengan Bangunan Food court di wisata pantai Lombang Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Sektor pariwisata Kabupaten Sumenep mencatat capaian signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga Juli 2025 lalu, kontribusi dari sektor ini disebut telah melampaui 50 persen atau sekitar Rp617 juta.

Sumber pendapatan tersebut didominasi dari tiga destinasi unggulan, yakni Pantai Slopeng, Pantai Lombang, dan Pantai Sembilan.

Namun di balik capaian tersebut, kritik tajam justru muncul dari kalangan aktivis kebijakan publik. Andriyadi menilai keberhasilan PAD tidak sebanding dengan kualitas tata kelola pariwisata yang dilakukan pemerintah daerah.

Menurutnya, hingga saat ini Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep belum memiliki grand design atau masterplan pariwisata yang jelas.

Baca Juga :  Rayakan Idul Fitri 1447 H, Halilintar Cell Sumenep Ajak Perkuat Silaturahmi

Kondisi ini menyebabkan pengelolaan destinasi wisata terkesan stagnan dan tidak berkembang secara berkelanjutan.

“Tanpa grand design, pengelolaan wisata hanya berjalan seadanya. Bahkan terkesan lebih sebagai ladang basah bagi pemerintah daripada upaya serius membangun sektor pariwisata,” ujar Andriyadi.

Ia mencontohkan kondisi di kawasan Pantai Lombang. Di lokasi tersebut berdiri bangunan yang disebut sebagai food court atau pujasera, namun dinilai tidak memiliki konsep yang jelas dan tidak terintegrasi dengan pengembangan kawasan wisata secara menyeluruh.

Selain itu, keberadaan homestay di area wisata yang seharusnya menjadi daya tarik tambahan juga belum mampu menarik wisatawan untuk menginap.

Baca Juga :  CV Jawara Gelar Lomba Daul se-Madura, Berikut 6 Grup Lolos Final

Minimnya penerangan di malam hari membuat kawasan wisata tersebut cenderung gelap dan tidak ramah bagi pengunjung.

“Potensi wisata seperti cemara udang dan pasir putih sebenarnya sangat kuat. Tapi tanpa perencanaan matang, semua itu tidak maksimal. Wisata hanya ramai pada momen tertentu, bukan menjadi destinasi yang hidup setiap saat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa sejak tahun 2018 hingga 2026, berbagai event telah digelar untuk mendongkrak kunjungan wisata. Namun, upaya tersebut tidak diimbangi dengan perbaikan fasilitas yang memadai sehingga berdampak pada berkurangnya Angka kunjungan dan PAD wisata setempat.

“Event terus digelar, tapi fasilitas dasar justru terabaikan. Ini menunjukkan tidak adanya arah pembangunan yang jelas dalam sektor pariwisata,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, saat dikonfirmasi oleh media ini belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya menunjukkan tanda centang satu, yang mengindikasikan nomor pewarta diduga telah diblokir.

Baca Juga :  Lomba Puisi dan Pidato Bung Karno Warnai Bulan Juni di Sumenep

Kondisi ini semakin memperkuat kritik bahwa pengelolaan pariwisata di Sumenep belum dilakukan secara transparan dan profesional, meski sektor ini telah menjadi salah satu penopang utama PAD daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru