SUMENEP, nusainsider.com — Suasana tegas dan penuh kewaspadaan terasa di lingkungan RSUD Sumenep. Di balik pagar pembatas, berbagai aturan diberlakukan secara ketat, semua demi satu tujuan utama: keselamatan dan kenyamanan pasien.
Sejak memasuki area rumah sakit, pengunjung langsung dihadapkan pada sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi. Selain pembatasan jam kunjungan, peringatan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) juga terpampang jelas di pintu masuk utama.
Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 111 Tahun 2021, yang menegaskan pentingnya menjaga lingkungan rumah sakit tetap bersih dan sehat.
Direktur Utama RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, rumah sakit harus menjadi tempat yang steril, tenang, dan aman dari berbagai risiko yang dapat memperburuk kondisi pasien.
“Rumah sakit, yang menjadi tempat harapan hidup bagi banyak orang, harus tetap steril, tenang, dan aman dari risiko yang bisa memperparah kondisi pasien,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengendalian, jam kunjungan dibatasi hanya pada pukul 10.00–12.00 WIB dan 16.00–20.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan guna mengontrol mobilitas pengunjung agar tidak berlebihan.
Tak hanya itu, jumlah penunggu pasien juga dibatasi maksimal dua orang, sementara pengunjung dibatasi hingga tiga orang dalam satu waktu. Langkah ini diambil untuk mencegah kerumunan yang berpotensi mengganggu proses perawatan dan pemulihan pasien.
Yang tak kalah penting, larangan merokok diberlakukan secara tegas tanpa pengecualian di seluruh area rumah sakit. Asap rokok dinilai dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi pasien yang tengah menjalani perawatan.
“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan lingkungan terbaik untuk sembuh. Ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk perlindungan,” tegas dr. Erliyati.
Di balik ketegasan aturan tersebut, tersimpan harapan besar dari pihak rumah sakit. Mereka ingin memastikan setiap pasien yang dirawat dapat pulang dalam kondisi lebih baik, tanpa terganggu oleh hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah melalui kedisiplinan bersama.
![]()
Penulis : Wafa
















