Usai Pernyataan PT Patra Niaga, Ning Lia DPD RI Justru Desak Pemerintah Begini

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos., M.Si Istimewa : For nusainsider.com

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos., M.Si Istimewa : For nusainsider.com

SURABAYA, nusainsider.com Langkah mitigasi distribusi BBM subsidi yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga mendapat perhatian dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu berharap pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan kuota BBM subsidi guna menjaga kelancaran arus logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul antrean panjang kendaraan pengangkut barang, angkutan umum, hingga armada logistik di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir termasuk Madura.

Menurutnya, fenomena antrean Solar subsidi tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan stok, melainkan juga berkaitan dengan perubahan mekanisme distribusi kuota BBM yang kini menggunakan skema bulanan.

“Perubahan sistem distribusi kuota Solar dari yang sebelumnya menggunakan pola tahunan menjadi bulanan perlu dicermati bersama. Mekanisme ini berpotensi menyebabkan pasokan di SPBU lebih cepat menipis menjelang akhir bulan,” ujar Lia dalam keterangannya di Surabaya, Ahad (28/6/2026).

Ia menjelaskan, pada sistem sebelumnya setiap SPBU memperoleh alokasi kuota untuk satu tahun penuh sehingga distribusi relatif lebih fleksibel. Namun, dengan skema kuota bulanan, keterbatasan pasokan dapat terjadi secara berulang ketika memasuki pekan terakhir setiap bulan.

“Dulu setiap SPBU memperoleh alokasi dalam bentuk kuota tahunan. Dengan sistem yang baru, masyarakat kemungkinan akan lebih sering melihat antrean kendaraan mulai terjadi pada tanggal 22, 23, atau 24 hingga akhir bulan karena kuota bulanan mulai berkurang,” katanya.

Ning Lia menilai kondisi tersebut membawa konsekuensi bagi sektor-sektor produktif yang sangat bergantung pada ketersediaan Solar subsidi, mulai dari angkutan barang, armada logistik, transportasi umum, hingga sektor pariwisata.

Baca Juga :  Sampang Tenggelam, Pemkab Harus Punya Target Keselamatan Warga Jangka Panjang

Apabila antrean terus terjadi secara berkala setiap bulan, menurutnya hal itu dapat memicu peningkatan biaya operasional transportasi dan berdampak terhadap distribusi barang serta mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, Ning Lia juga mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang telah melakukan percepatan distribusi melalui prioritas pengiriman, alih suplai antar-terminal BBM, hingga penerapan skema double alih suplai untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Tak Sekadar Hunian, KNMP Hadirkan Dermaga hingga Cold Storage untuk Nelayan

Meski demikian, ia menilai diperlukan evaluasi kebijakan yang lebih komprehensif agar persoalan antrean tidak terus berulang.

“Jawa Timur merupakan urat nadi logistik kawasan Indonesia Timur. Ketika pasokan Solar mulai menipis pada minggu ketiga akibat pembatasan kuota bulanan, waktu produktif pelaku usaha habis dalam antrean. Kondisi ini berpotensi menimbulkan efek domino berupa meningkatnya biaya distribusi barang,” ungkapnya.

Ning Lia berharap pemerintah pusat dapat membuka ruang dialog serta menyampaikan informasi secara transparan terkait dinamika pasokan BBM subsidi di daerah agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Guru Ngaji di kabupaten Sumenep Deklarasi Dukungan Pasangan FAHAM 2 Periode

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mencari solusi yang tepat antara pemerintah, Pertamina, regulator, dan pelaku usaha.

“Keterbukaan informasi sangat penting. Ketika masyarakat memahami kondisi yang sebenarnya, pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan lebih mudah menyusun solusi yang mampu menjaga kelancaran distribusi BBM subsidi tanpa mengganggu roda ekonomi masyarakat,” pungkas Lia.

Ia juga mendorong adanya formulasi kebijakan yang lebih fleksibel, termasuk kemungkinan pemberian diskresi atau penyesuaian kuota antarbulan bagi wilayah dengan aktivitas industri dan logistik tinggi, sehingga stabilitas ekonomi daerah dapat tetap terjaga.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kasus Penyekapan Yuvita, Lia Istifhama Tegaskan Negara Harus Berpihak pada Korban
Konsumsi Meningkat, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM Subsidi di Jawa Timur Termasuk Madura
Aktivis Desak Pemkab Sumenep Turun ke Lapangan, Jangan Asal Bicara Soal BBM
Karnaval Lughis 2026 Pecahkan Antusiasme Warga, Jalan 1,5 Kilometer Dipenuhi Penonton
Ribuan Siswa akan Meriahkan Karnaval Terpanjang di Sumenep, Lughatul Islamiyah siap Tampilkan Budaya Dunia
Demokrasi dan Sejarah Bangsa Tak Boleh Dipertentangkan, Ini Pesan Lia Istifhama
Detikzone.id Buktikan Peran Media Lewat Aksi Nyata, Bantuan Terus Mengalir hingga Hari ke-26
HM Cafe & Billiard Dibuka, Sumenep Miliki Arena Biliar Modern Berstandar dan Kafe Estetik

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:39 WIB

Usai Pernyataan PT Patra Niaga, Ning Lia DPD RI Justru Desak Pemerintah Begini

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:40 WIB

Kasus Penyekapan Yuvita, Lia Istifhama Tegaskan Negara Harus Berpihak pada Korban

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:50 WIB

Konsumsi Meningkat, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM Subsidi di Jawa Timur Termasuk Madura

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:11 WIB

Aktivis Desak Pemkab Sumenep Turun ke Lapangan, Jangan Asal Bicara Soal BBM

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:49 WIB

Karnaval Lughis 2026 Pecahkan Antusiasme Warga, Jalan 1,5 Kilometer Dipenuhi Penonton

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:35 WIB

Demokrasi dan Sejarah Bangsa Tak Boleh Dipertentangkan, Ini Pesan Lia Istifhama

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:49 WIB

Detikzone.id Buktikan Peran Media Lewat Aksi Nyata, Bantuan Terus Mengalir hingga Hari ke-26

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:49 WIB

HM Cafe & Billiard Dibuka, Sumenep Miliki Arena Biliar Modern Berstandar dan Kafe Estetik

Berita Terbaru