SUMENEP, nusainsider.com — Malam yang biasanya sunyi dan temaram kini terasa berbeda di Dusun Aeng Pao, Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep.
Cahaya lampu mulai menerangi rumah warga yang selama bertahun-tahun harus menjalani aktivitas malam dengan keterbatasan penerangan.
Harapan itu hadir melalui program Light Up The Dream (LUTD) yang disalurkan Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) UP3 Madura.
Menjelang peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 pada 4 September, PLN memberikan bantuan pemasangan sambungan listrik gratis berdaya 450 Volt Ampere (VA) kepada warga kurang mampu di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tersebut.
Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial PLN untuk menghadirkan akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini disalurkan melalui program kemanusiaan bertajuk Light Up The Dream, sebuah gerakan sosial berkelanjutan yang didanai dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN,” ujar Fahmi, Selasa (1/9/2026) kemarin.
Bagi Fatimah dan Maria, dua warga Dusun Aeng Pao yang menerima manfaat program tersebut, sambungan listrik baru memiliki arti lebih dari sekadar penerangan.
Selama bertahun-tahun, keduanya harus menjalani berbagai aktivitas di rumah dengan kondisi penerangan yang terbatas ketika malam tiba.
Kini, cahaya lampu yang menyala di rumah mereka membuka ruang untuk menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan leluasa.
Kehadiran listrik juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat, terutama untuk mendukung aktivitas sehari-hari setelah matahari terbenam.
Program LUTD menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial PLN yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah pegawai. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akses listrik secara layak.
Penyaluran bantuan hingga kawasan kepulauan seperti Kangean sekaligus menunjukkan upaya PLN untuk memperluas manfaat kelistrikan hingga wilayah yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas.
Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, akses terhadap listrik bukan hanya berkaitan dengan penerangan. Energi listrik juga menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas rumah tangga, pendidikan, komunikasi, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Momentum Hari Pelanggan Nasional tahun ini pun dimaknai PLN tidak hanya sebagai kesempatan memberikan apresiasi kepada pelanggan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Di Dusun Aeng Pao, cahaya yang kini menerangi rumah Fatimah dan Maria menjadi simbol sederhana dari hadirnya perhatian di tengah keterbatasan.
Dari bantuan yang bersumber dari kepedulian para pegawai PLN tersebut, harapan baru tumbuh di pelosok Pulau Kangean.
Bagi warga penerima manfaat, sambungan listrik gratis itu mungkin hanya berupa kabel, meteran, dan lampu yang menyala.
Namun di balik cahaya tersebut, ada asa untuk kehidupan yang lebih nyaman, produktif, dan layak di salah satu wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















