Wisata Sumenep Tak Lagi Monoton, PAD Naik Drastis di Awal Tahun

Rabu, 16 April 2025 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mohammad Iksan, S.Pd., MT Kepala Disbudporapar Sumenep

Foto. Mohammad Iksan, S.Pd., MT Kepala Disbudporapar Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga akhir triwulan pertama 2025, capaian PAD telah menembus hampir 30 persen dari target tahunan.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep mencatat pemasukan sebesar Rp337 juta hingga Maret 2025. Jumlah tersebut mencapai 28,90 persen dari total target Rp1,128 miliar.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, mengungkapkan optimismenya atas pencapaian ini. Ia menilai, capaian pada awal tahun memberi sinyal kuat bahwa target PAD sangat mungkin tercapai bahkan terlampaui.

“Ini baru triwulan pertama dan sudah hampir 30 persen. Kami percaya tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Iksan, Rabu (16/4/2025).

Menurut Iksan, jika tren pertumbuhan pendapatan wisata ini bisa dipertahankan di angka rata-rata 10 persen per bulan, maka Sumenep berpotensi mencetak realisasi PAD hingga 120 persen pada akhir tahun.

“Kalau kontribusinya konsisten setiap bulan, target bukan hanya tercapai, tapi bisa lebih. Yang penting sekarang menjaga momentumnya,” lanjutnya.

Disbudporapar Sumenep terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi destinasi wisata yang dimiliki. Strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga penguatan infrastruktur dan atraksi budaya.

Baca Juga :  Masa Kerja Berakhir, Ratusan Pantarlih di Ganding Terima Honor

Peningkatan sarana dan prasarana destinasi wisata menjadi salah satu perhatian utama. Fasilitas pendukung seperti toilet umum, area parkir, hingga jalur akses terus diperbaiki agar wisatawan merasa nyaman.

Selain itu, Disbudporapar aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan budaya. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung.

“Kami hadirkan pertunjukan seni seperti musik tong-tong, saronen, hingga konser kekinian. Semua itu agar pengalaman wisata tidak monoton,” terang Iksan.

Atraksi budaya tersebut menurutnya mampu menciptakan daya tarik tersendiri. Keberagaman hiburan yang ditawarkan membuat wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan berkunjung kembali.

Baca Juga :  Opini: Membela Hak Achmad Fauzi atas Kritik yang Adil

Lebih jauh, Iksan menyebutkan bahwa event budaya juga berdampak langsung terhadap ekonomi lokal. Kehadiran wisatawan turut menggerakkan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi wisata.

“Pariwisata bukan sekadar tempat indah. Ia adalah ekosistem budaya dan ekonomi. Saat ada pertunjukan, UMKM bergerak, seniman tampil, masyarakat pun ikut menikmati hasilnya,” tuturnya.

Kegiatan seni juga menjadi wadah ekspresi bagi para pelaku seni lokal. Ruang tersebut mendorong pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi di sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga :  DBHCHT, Dukungan Pemerintah untuk Kesejahteraan Buruh Tembakau di Sumenep

Disbudporapar pun terus mendorong kolaborasi antara pelaku wisata, seniman lokal, dan masyarakat sekitar. Inovasi dan pelayanan yang prima diyakini menjadi kunci menarik lebih banyak wisatawan.

“Kalau inovasi terus hidup dan pelayanan terjaga, wisatawan akan datang dengan sendirinya. Yang penting konsisten,” tambah Iksan.

Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh karena itu, sinergi antara pemda, pelaku usaha, dan masyarakat terus ditingkatkan.

Menurut Iksan, sinergi tersebut dapat memperkuat posisi Sumenep sebagai destinasi unggulan, baik di tingkat regional Madura maupun Jawa Timur secara keseluruhan.

“Dengan kerja sama yang baik dan semangat bersama, kami yakin Sumenep bisa jadi tujuan wisata utama. Tak hanya indah, tapi juga kaya akan budaya dan pengalaman sosial,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru