SUMENEP, nusainsider.com — Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dua nelayan dan tiga anggota TNI yang memilih bersikap jujur dalam insiden penemuan barang mencurigakan diduga narkotika seberat 35 kilogram di perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Kamis (29/5/2025).
“Saya mengucapkan terima kasih atas kesadaran para nelayan dan Babinsa yang tetap menggunakan akal sehat. Ini bukan perkara mudah ketika berhadapan dengan barang bernilai miliaran rupiah,” ujar Ketua PW Ansor Jatim kepada media, Jumat (30/5/2025).
Menurutnya, kasus ini bukan hanya soal narkotika, tetapi ujian moral dan integritas. Keberanian mereka yang memilih melapor dan tidak tergoda disebutnya sebagai tindakan luar biasa yang patut diteladani.

Ditemukan Terapung di Tengah Laut
Barang mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh dua nelayan warga Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, saat melaut. Mereka melihat sebuah tong terapung di tengah laut. Setelah diperiksa, ternyata tong tersebut berisi puluhan paket plastik yang diduga sabu-sabu.
Para nelayan segera melapor ke Koramil Masalembu. Tiga personel TNI Serka Yohanes, Serda Bambang, dan Koptu Yunus merespons cepat laporan tersebut. Bersama nelayan, mereka mengevakuasi tong ke daratan.
Dengan tangan berbalut lumpur dan garam laut, satu per satu paket plastik diangkat dari dalam tong. Bukan emas, bukan logistik, melainkan narkoba bernilai kehancuran bagi satu generasi.
Teladan Sipil-Militer Melawan Narkoba
Ansor Jatim menyebut tindakan ini sebagai contoh nyata kolaborasi sipil dan militer dalam menjaga masa depan bangsa dari bahaya narkoba.
“Ini adalah bentuk keberanian dan keteguhan hati warga sipil dan aparat. Semoga aparat penegak hukum bisa menuntaskan investigasi hingga ke jaringan pelaku,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Mif

















