Misteri Sabu 52 Kg di Masalembu: ALARM Sumenep, Narkoba Mengapung atau Sengaja Diapungkan?

Rabu, 4 Juni 2025 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi Narkoba jenis Sabu di Kepulauan Masalembu Sumenep

Foto. Ilustrasi Narkoba jenis Sabu di Kepulauan Masalembu Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Penemuan narkoba jenis sabu seberat 52 kilogram di perairan Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengejutkan banyak pihak. Nilai total sabu tersebut ditaksir mencapai Rp78 miliar, jika dihitung dengan harga terendah Rp1,5 juta per 1.000 gram.

Peristiwa ini menambah daftar panjang persoalan serius yang tengah dihadapi Kabupaten Sumenep. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai isu mencuat, mulai dari keamanan laut yang rapuh hingga akses transportasi yang menuai pertanyaan publik.

Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, mengungkapkan keprihatinannya atas lemahnya pengawasan maritim. Menurutnya, penemuan sabu dalam jumlah besar di lautan menunjukkan adanya celah pengawasan yang sangat memprihatinkan.

“Ini harus menjadi perhatian utama aparat penegak hukum, khususnya pengawasan laut. Jangan sampai wilayah perairan kita dijadikan jalur empuk bagi penyelundupan narkoba,” tegas Andriyadi kepada media ini, Rabu, 4 Juni 2025.

Ia menilai kejahatan narkoba di Sumenep kini telah memasuki fase yang sangat serius. Bahkan, ia menyebutnya sebagai kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang harus ditangani dengan pendekatan luar biasa pula.

Baca Juga :  Istimewa! September, Bulan Inspirasi Pendidikan Achmad Fauzi Wongsojudo. Simak Alasannya

Pihak berwenang diminta segera menyelidiki lebih lanjut asal-muasal sabu tersebut. Apakah benar sabu ditemukan mengapung begitu saja, atau ada skenario lain yang tengah dimainkan sebagai bentuk pengalihan isu publik.

Menurut Andriyadi, pengungkapan asal usul sabu sangat penting agar masyarakat tidak disuguhi informasi setengah-setengah. Apalagi jumlah barang bukti yang ditemukan tergolong fantastis, hingga mencapai puluhan kilogram.

Ia mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Polda Jawa Timur, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Jatim, untuk turun langsung ke Sumenep. Langkah ini diperlukan agar proses pengusutan dilakukan secara menyeluruh dan tidak setengah hati.

“Harus dipastikan bahwa sabu ini bukan berasal dari jaringan lokal Sumenep. Jangan sampai nama baik daerah dicemarkan oleh aktivitas kriminal yang bisa saja dikendalikan dari luar wilayah,” jelasnya lebih lanjut.

Penemuan ini juga membuka kembali luka lama masyarakat Sumenep soal keterlibatan tokoh publik dalam kasus narkoba. Beberapa bulan sebelumnya, seorang anggota DPRD Sumenep berinisial BEI ditangkap karena kasus serupa.

Baca Juga :  Myze Fun Run 2025 Pecah! Ribuan Peserta Padati Sumenep, UMKM Ikut Kebanjiran Rezeki

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 15,76 gram sabu. Kasus tersebut sempat menjadi perhatian nasional karena pelaku merupakan wakil rakyat yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.

Andriyadi pun menduga, masih ada jaringan pengedar narkoba lainnya yang belum terungkap oleh aparat penegak hukum. “Bisa jadi, ini hanya puncak gunung es. Masih ada bandar besar yang belum tersentuh hukum,” ucapnya.

Baca Juga :  Dekatkan Layanan ke Pulau Terpencil, Polres Sumenep Lepas Patroli Safari Kepulauan

Ia juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh di tubuh aparat keamanan, khususnya dalam pengawasan laut. Hal ini penting agar wilayah kepulauan seperti Masalembu tidak menjadi titik rawan penyelundupan barang haram.

Pemerintah pusat juga didesak untuk memberikan atensi lebih kepada wilayah kepulauan di ujung timur Madura tersebut. Selain memperkuat pengawasan, juga dibutuhkan pembangunan infrastruktur pengamanan yang lebih memadai.

Warga Sumenep berharap, kejadian ini bisa menjadi momentum bersih-bersih terhadap segala bentuk kejahatan narkoba di daerah mereka. Terutama di titik-titik yang selama ini luput dari perhatian, seperti kawasan laut dan kepulauan.

Jika tidak ditangani serius, perairan Sumenep bukan tidak mungkin akan menjadi jalur emas bagi sindikat narkoba internasional. Dan bila ini terjadi, maka dampaknya akan sangat buruk bagi generasi muda di Madura.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru