Bangun Ketahanan Pangan, BRIDA Sumenep Rumuskan Peta Jalan Riset Pertanian

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala BRIDA Sumenep, Ir Benny Irawan, ST., MT

Foto. Kepala BRIDA Sumenep, Ir Benny Irawan, ST., MT

SUMENEP, nusainsider.com — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menyusun peta jalan (roadmap) riset pertanian jangka panjang sebagai dasar arah kebijakan pembangunan daerah.

Langkah strategis ini dipandang penting untuk memastikan kemandirian pangan sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi desa, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan krisis global yang kian nyata.

Kepala BRIDA Sumenep, Beny Irawan, menegaskan peta jalan tersebut mencakup tiga fokus utama, yaitu inovasi teknologi pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta diversifikasi pangan lokal.

“Kami ingin riset tidak berhenti pada penemuan, tetapi menjadi rujukan kebijakan daerah. Dengan begitu, pembangunan pertanian Sumenep memiliki arah yang jelas, berkelanjutan, dan berbasis bukti ilmiah,” ujar Beny, Kamis (21/8/2025).

Dalam tahap awal, BRIDA telah memetakan sejumlah lahan kritis yang selama ini sulit digarap petani. Melalui pendekatan riset, lahan-lahan tersebut akan diuji coba untuk pengembangan varietas tanaman tahan kering.

Baca Juga :  Menjelang Lebaran Ketupat, Wisata Pantai Lombang Dipadati Pengunjung Luar Madura

Selain itu, riset diarahkan pada pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi. Produk yang dikembangkan meliputi tepung jagung lokal, beras analog, hingga pakan ternak berbasis limbah pertanian.

Tidak hanya fokus pada aspek teknis, BRIDA juga melibatkan ahli sosial untuk mengkaji pola distribusi pangan dan daya beli masyarakat. Hal ini diyakini mampu membantu pemerintah daerah dalam merancang strategi ketahanan pangan yang menyentuh sisi produksi sekaligus pemerataan akses.

“Kami sedang mengkaji bagaimana potensi pangan lokal seperti sorgum, singkong, dan jagung bisa masuk ke rantai pasok modern. Jika ini berhasil, petani tidak hanya aman dari ancaman gagal panen, tetapi juga memiliki pasar yang lebih luas,” jelas Beny.

Melalui peta jalan ini, BRIDA menargetkan dalam lima tahun ke depan Sumenep mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Riset pertanian tidak lagi dianggap sekadar eksperimen, melainkan fondasi pembangunan daerah yang berorientasi pada masa depan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Kolaborasi hingga Aksi Sosial, Dodik Ariyanto Bawa Paguyuban Sinar Mas Jatim ke Babak Baru
Kebahagiaan Pernikahan Dibagi, Bambang Budianto Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah untuk Tamu
Babak Baru Regulasi Sumenep: 8 Raperda Diteruskan, 1 Raperda BPRS Dihentikan
MES Jatim Dipimpin Lagi Emil Dardak, Ning Lia: UMKM, Pesantren dan Pemuda Harus Punya Ruang Tumbuh
Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas
IPK Sempurna 4,00! Dr. Sri Roekminiati Jadi Wisudawan Doktor Ilmu Administrasi Universitas Jember
2.190 PMR Surabaya Dikobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri: Merdeka Harus Punya Nilai Kemanusiaan
SMSI Sumenep Edukasi Guru soal Jurnalistik, Literasi Media dan Bahaya Wartawan Gadungan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:46 WIB

Dari Kolaborasi hingga Aksi Sosial, Dodik Ariyanto Bawa Paguyuban Sinar Mas Jatim ke Babak Baru

Selasa, 29 September 2026 - 07:29 WIB

Kebahagiaan Pernikahan Dibagi, Bambang Budianto Siapkan Umrah dan Puluhan Hadiah untuk Tamu

Selasa, 29 September 2026 - 02:53 WIB

Babak Baru Regulasi Sumenep: 8 Raperda Diteruskan, 1 Raperda BPRS Dihentikan

Minggu, 27 September 2026 - 16:51 WIB

MES Jatim Dipimpin Lagi Emil Dardak, Ning Lia: UMKM, Pesantren dan Pemuda Harus Punya Ruang Tumbuh

Minggu, 27 September 2026 - 15:23 WIB

Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:47 WIB

2.190 PMR Surabaya Dikobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri: Merdeka Harus Punya Nilai Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:57 WIB

SMSI Sumenep Edukasi Guru soal Jurnalistik, Literasi Media dan Bahaya Wartawan Gadungan

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53 WIB

Dua Penghargaan Asia untuk Bang Ali, Dedikasi Sosial BASHRA BIP Tuai Apresiasi

Berita Terbaru